Kesehatan

Idul Adha Sudah Dekat, Simak Tips Sehat Mencegah Meningkatnya Kolesterol dan Berat Badan

Dikutip dari laman FibreFirst, makan olahan daging kurban dapat menyebabkan naiknya kolesterol dan berat badan.

Dokumentasi FibreFirst
Perayaan Idul Adha identik dengan berkumpulnya keluarga untuk makan-makan olahan daging kurban, seperti rendang daging, sate, gulai, tongseng, dan lain-lain. Nourmatania Istiftiani SKM, Scientific FibreFirst, mengatakan, konsumsi makanan tinggi lemak dan kalori, seperti dalam hidangan Idul Adha, berisiko meningkatkan kadar kolesterol darah. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Idul Adha adalah salah satu perayaan hari besar umat muslim untuk memperingati peristiwa kurban.

Perayaan ini identik dengan berkumpulnya keluarga untuk makan-makan olahan daging kurban, seperti rendang daging, sate, gulai, tongseng, dan lain-lain.

Dikutip dari laman FibreFirst, makan olahan daging kurban dapat menyebabkan naiknya kolesterol dan berat badan.

Niat Puasa Sunah Kamis 9 Juli 2020, Ada 5 Manfaat yang Didapat, Antara Lain Terhindar Kolesterol

Awas Silent Killer, Waspadai Hiperkolesterol dan Hipertensi setelah Lebaran

Jika dilihat dari kandungan gizinya, olahan daging kurban mengandung tinggi lemak, khususnya lemak jenuh, dan kolesterol dimana berat badan akan ikut mengalami kenaikan.

Nourmatania Istiftiani SKM, Scientific FibreFirst, mengatakan, konsumsi makanan tinggi lemak dan kalori, seperti dalam hidangan Idul Adha, berisiko meningkatkan kadar kolesterol darah.

Namun, bukan berarti kita tidak dapat mencegah peningkatan kadar kolesterol dan berat badan saat Idul Adha.

Ini Lima Manfaat Tempe Selain Murah, Cegah Osteoporosis, Kolesterol Hingga Turunkan Gula Darah

10 JENIS Makanan Penghancur Kolesterol dari Rendang dan Opor, di Antaranya Terong dan Oyong

Nourmatania Istiftiani membagikan beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengurangi dan mencegah kedua hal tersebut.

1. Pilih bagian daging dengan kandungan sedikit lemak

Pilih bagian daging yang mengandung sedikit lemak atau kamu dapat membuang lemak yang ada di daging kurban.

Hindari juga mengonsumsi bagian jeroan, karena mengandung tinggi lemak dan kolesterol.

2. Porsi secukupnya

Perhatikan porsi atau jumlah daging yang dikonsumsi.

Terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi kalori atau tinggi lemak juga akan menimbulkan rasa tidak nyaman pada pencernaan yang umum terjadi pada hari raya, seperti refluks dan dispepsia.

3. Konsumsi cukup serat dari buah dan sayuran

Buah dan sayuran adalah sumber serat yang memiliki manfaat positif untuk kadar kolesterol.

Konsumsi diet tinggi serat dapat menurunkan kolesterol hingga 10 persen.

"Konsumsi serat, khususnya serat larut air, seperti psyllium, pektin, beta glucan, mengikat kolesterol yang ada di pencernaan dan mengeluarkannya bersama dengan feses," kata dr Hilna Khairunisa M Gizi.

Perayaan Idul Adha identik dengan berkumpulnya keluarga untuk makan-makan olahan daging kurban, seperti rendang daging, sate, gulai, tongseng, dan lain-lain.
Perayaan Idul Adha identik dengan berkumpulnya keluarga untuk makan-makan olahan daging kurban, seperti rendang daging, sate, gulai, tongseng, dan lain-lain. (Dokumentasi FibreFirst)

Konsumsi serat juga dapat membantu mengontrol berat badan.

Serat, lanjut Hilna Khairunisa, memberikan rasa kenyang dan akan difermentasi bakteri pencernaan, membentuk asam lemak rantai pendek yang meningkatkan pembakaran lemak serta mengurangi penyimpanan lemak.

Supaya tetap bisa menikmati makan-makan di hari raya Idul Adha tanpa khawatir kolesterol dan berat badan naik, sebaiknya ikuti tips di atas.

Konsumsi FibreFirst

Khusus untuk serat, jika dalam hari tersebut dirasa tidak cukup mengonsumsi serat, bisa minum suplemen serat rekomendasi seperti FibreFirst.

FibreFirst adalah suplemen kaya serat premium dan nutrisi dari ekstrak buah dan sayuran untuk membantu memenuhi asupan serat harian dan menjaga kesehatan pencernaan.

"Konsumsi makanan yang tinggi kalori dan lemak dapat meningkatkan produksi racun dan menurunkan jumlah serta keragaman bakteri baik di pencernaan," jelas Hilna Khairunisa.

FibreFirst adalah suplemen kaya serat premium dan nutrisi dari ekstrak buah dan sayuran untuk membantu memenuhi asupan serat harian dan menjaga kesehatan pencernaan.
FibreFirst adalah suplemen kaya serat premium dan nutrisi dari ekstrak buah dan sayuran untuk membantu memenuhi asupan serat harian dan menjaga kesehatan pencernaan. (Dokumentasi FibreFirst)

Selain pada hari raya, direkomendasikan untuk tetap konsumsi FibreFirst satu saset sebelum tidur setiap harinya untuk mendetoks atau membuang kotoran dan racun di pencernaan.

Dengan begitu nutrisi dapat terserap dengan optimal dan meningkatkan kesehatan pencernaan.

Selain itu, serat premium dalam FibreFirst juga dapat meningkatkan jumlah dan keragaman bakteri baik, membantu menurunkan kolesterol, serta mengontrol berat badan.

Berikut Ini 5 Cara Bikin Jus Sehat Usir Kolesterol Jahat Usai Makan Ketupat Lebaran

Penting di Hari Lebaran, Cara Turunkan Kolesterol dengan Jeruk Lemon, Pakai Bawang Putih Lebih Baik

Secara nasional FibreFirst telah tersedia di 2.200 lebih toko yang tersebar di 21 kota dan 19 provinsi di seluruh Indonesia.

FibreFirst dapat dibeli di toko buah, apotik dan swalayan terdekat atau e-commerce.

FibreFirst juga memiliki 30-Day Money Back Guarantee, yaitu jaminan pengembalian uang jika dalam 30 hari tidak merasa puas dengan kualitas FibreFirst.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved