TNI

Gelar Latihan Perang Dekat Laut Cina Selatan, KSAL Pastikan Tak Ada Kaitannya dengan Konflik AS-Cina

Ribuan prajurit TNI AL menggelar latihan perang di Pulau Dabo Singkep, Kepulauan Riau.

Editor: Yaspen Martinus
Dispen Korps Marinir
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono (kanan) berjabat komando dengan Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono (kiri) usai penyematan baret sebagai warga kehormatan Korps Marinir di Pantai Todak Dabo Singkep, Kepulauan Riau, Jumat (24/7/2020). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Ribuan prajurit TNI AL menggelar latihan perang di Pulau Dabo Singkep, Kepulauan Riau.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono memastikan, latihan perang tersebut tidak ada hubungan dengan memanasnya konflik Amerika Serikat (AS) dan Cina di kawasan Laut Cina Selatan.

Lokasi latihan perang personel TNI AL itu tidak jauh dari perbatasan Laut Cina Selatan yang kini menjadi konflik antara AS dan Cina.

6.051 Warga Positif di Bulan Juli, Anies Baswedan: Jakarta Tidak Tangani Covid-19 Setengah-setengah

"Oh tidak ada, itu latihan rutin kita. Kemarin sudah kita laksanakan di Surabaya. Kini giliran Kormada II."

"Waktunya saja yang disesuaikan dengan kondisi cuaca."

"Berikutnya nanti Koarmada III setelah Koarmada I," kata Yudo di Mako Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (26/7/2020).

Bantu Modal Kerja, Jokowi Penasaran Pedagang Es Batu Bisa Dapat Omzet Rp 1 Juta per Hari

Dia mengatakan, latihan tersebut merupakan latihan rutin yang dilakukan oleh personel TNI AL.

Menurut Yudo, tahun lalu latihan perang tersebut juga dilakukan oleh Korps Marinir.

"Jadi enggak ada kaitannya itu. Kita latihan rutin di daerah. Yang mana pada 2018 yang lalu kita juga laksanakan," paparnya.

Masih Yakin Harun Masiku Ada di Indonesia, KPK Belum Niat Ajukan Red Notice ke Interpol

Dalam latihan perang ini, terdapat 2.000 prajurit TNI yang diturunkan di daerah tersebut.

TNI AL juga mengerahkan 26 kapal perang dari berbagai jenis yang dimiliki Koarmada I.

Di antaranya, kapal latihan pengintaian, serangan anti-kapal permukaan, hingga serangan anti-kapal selam.

Indonesia Harus Bisa Ambil Keuntungan

Situasi di Laut Cina Selatan berpotensi semakin panas setelah Amerika Serikat memasang tiga kapal induk di kawasan tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved