Kolom Trias Kuncahyono
Lelaki dari Nippur
Salah satu warisan peradaban Mesopotamia Kuno yang amat bernilai bagi umat manusia adalah kumpulan hukum yang biasa disebut Codex Hammurabi.
Lelaki dari Nippur
oleh Trias Kuncahyono
WARTAKOTALIVE.COM - Guru, apakah korupsi itu sama seperti prostitusi, sudah ada setua peradaban manusia?
Begitu pertanyaan yang diajukan seorang murid kepada Guru yang belum sepenuhnya duduk di batu hitam, “singgasananya” saat memberikan wejangan-wejangan, tausiyah, nasihat kepada para muridnya.
Dengan pandangan mata menyejukkan, yang membuat semua hati para muridnya tentram dan damai, merasa dilindungi, Guru tersenyum. Senyum
orang bijak yang menaburkan pengetahuan.
Dengarkanlah, ceritaku ini. Katanya kemudian:
Dahulu kala, di Mesopotamia kuno, hidup seorang lelaki. Gimil-Ninurta, nama lelaki itu.
Sekarang wilayah itu ada di Irak bagian selatan, terletak di antara dua sungai besar, Eufrat dan Tigris.
Mesopotamia, dalam bahasa Yunani berarti “(daerah) di antara sungai-sungai”.
Nama Mesopotamia sudah digunakan oleh para penulis Yunani dan Latin kuno, seperti Polybius (abad 2 SM) dan Strabo (60 SM-20 M).
Dari daerah inilah Bapak Orang Beriman, Abraham/Ibrahim, berasal.
Salah satu warisan peradaban Mesopotamia Kuno yang amat bernilai bagi umat manusia adalah kumpulan hukum yang biasa disebut Codex Hammurabi.
Disebut Codex Hammurabi, karena penyusunan Codex itu di zaman Raja Hammurabi (1728-1686 SM).
Kumpulan hukum yang berbentuk balok batu hitam itu ditemukan di Susa tahun 1901 dalam suatu ekspedisi yang dilakukan arkeolog Perancis di bawah pimpinan M de Morgan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/nippur01.jpg)