Berita Tangerang

Tsunami PHK Massal Gulung 25.000 Karyawan dari 800 Perusahaan di Banten

Gelombang PHK masih menghantui di Provinsi Banten. Bahkan sampai saat ini sudah ada 25.000 pegawai jadi korban akibat terjangan badai tsumami PHK.

Wartakotalive.com/Andika Panduwinata
Ilustrasi: Massa buruh saat menggelar aksi demo di depan pintu gerbang perusahaan di Jalan Industri 3 Blok F No.11, Kawasan Industri Jatake, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masih menghantui di Provinsi Banten saat pandemi Covid-19 ini.

Bahkan sampai saat ini sudah ada 25.000 pegawai yang menjadi korban akibat terjangan badai tsumami PHK massal tersebut.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Gubernur Banten, Wahidin Halim. Ia menjelaskan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pendataan dari kasus tersebut.

"Laporan PHK sampai saat ini sudah ada lebih 25.000 yang tercatat," ujar pria yang akrab disapa WH itu saat dijumpai Warta Kota di Hotel Istana Nelayan, Kota Tangerang, Kamis (9/7/2020).

Wahidin menyebut dari angka tersebut 60 persen dari warga pendatang. Sedangkan sisanya merupakan warga asal Banten.

 Terungkap, Ini Alasan PT Pembangunan Jaya Tolak Perluasan Kawasan Ancol Disebut Reklamasi

 Porsi Jamaah Haji 2020: Arab Saudi Prioritaskan Tenaga Kesehatan Covid-19 di Negaranya

"Mereka yang terkena PHK diminta membuat Kartu Prakerja. Tapi kan Kartu Prakerja ini langsung kewenangan pemerintahan pusat," ucapnya.

Menurutnya Pemprov Banten juga terus melakukan pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan.

Ada laporan bahwa mereka yang terkena PHK upahnya tak dibayarkan oleh perusahaan.

"Sudah ada 800 perusahaan yang memberhentikan karyawannya. Selain alasan pandemi, perusahaan - perusahaan ini juga ada yang pindah ke daerah lain," kata Wahidin.

 Lion Air Pangkas Ribuan Karyawan Indonesia dan Asing, Mereka Akan Diterima Kembali Jika Sudah Pulih

Gubernur mengklaim meski banyak perusahaan yang tutup, tapi masih ada 15.000 perusahaan lainnya yang tetap beroperasi. Dan tentunya ada sebagian perusahaan itu yang masih membuka lowongan pekerjaan.

"Upaya kami tetap menjaga iklim investasi berjalan baik di Banten ini. Banyak juga pabrik - pabrik besar yang datang ke sini. Tapi masalahnya masih banyak warga yang belum punya keterampilan. Oleh karena itu kami sedang membangun Balai Latihan Kerja (BLK) agar masyarakat asal Banten bisa terserap bekerja di perusahaan - perusahaan besar itu," tutur Gubernur.

Kini Kesulitan Makan

Sebelumnya diberitakan, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di Kota Tangerang semakin tak terbendung.

Masyarakat yang terdampak pun berkeluh kesah kesulitan mencari makan akibat PHK massal ini.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved