Breaking News:

Virus Corona

PESAN DOKTER REISA Siswa dan Guru Jangan Stres

Dokter Reisa memberi pesan kepada para siswa dan guru agar tetap gembira saat melakukan pembelajaran secara daring.

Dok BNPB
Dokter Reisa mengingatkan siswa dan guru tetap gembira selama belajar daring 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Siapa pun tidak siap untuk bersekolah dengan metode pembelajaran daring atau online.

Setiap guru dan anak didik di wilayah yang melakukan belajar mengajar di rumah belum tentu difasilitasi infrastruktur dan peralatan yang memungkinkan belajar melalui daring.

Situasi pandemi masih mengakibatkan pelaksanaan tahun ajaran dan tahun akedemik baru 2020/2021 dengan menerapkan belajar jarak jauh. Sekolah yang berada di zona hijau atau tidak terdapat kasus COVID-19 dapat menerapkan kegiatan belajar dengan tetap muka dengan beberapa syarat, seperti izin dari pemerintah daerah setempat. Namun, sekolah di wilayah yang berisiko rendah hingga tinggi mau tidak mau menerapkan belajar jarak jauh karena faktor kesehatan dan keamanan komunitas sekolah.

Avan Fathurrahman datangi siswa selama masa belajar di rumah karena tak semua siswa punya HP untuk belajar online.
Avan Fathurrahman datangi siswa selama masa belajar di rumah karena tak semua siswa punya HP untuk belajar online. (Facebook Avan Fathurrahman)

Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional dr. Reisa Broto Asmoro menyampaikan tujuh kiat atau cara yang perlu diperhatikan agar sukses melakukan kegiatan belajar daring.

Ia mengatakan, yang pertama siswa dan guru harus bergembira.

Jangan stres. Pastikan, semuanya sudah paham dengan cara mengoperasikan alat teknologi.

“Kedua, bagi kelas menjadi kelompok belajar yang kecil, diskusi, kerja kelompok dan akan membuat waktu belajarnya akan lebih efektif,” ujar dr. Reisa saat konferensi pers di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta, Sabtu (4/7/2020).

Pandemi Virus Corona, SD Muhamadiyah Duren Sawit Gelar Wisuda Lewat Daring

Platform Belajar Online Sekolah.mu Bantu Adaptasi Menuju Kegiatan Belajar Mengajar New Normal

Ketiga, guru dan murid sepakat mengerjakan tugas kelompok, dan menciptakan suatu tantangan atau lomba yang memerlukan kolaborasi.

Keempat, alokasikan waktu bagi murid-murid yang tertinggal atau kurang dapat memahami sesi pembelajaran.

Pastikan semua murid sudah hampir sama pemahaman terhadap subjek yang diajarkan.

Halaman
123
Editor: Alex Suban
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved