Selasa, 12 Mei 2026

Pendidikan

Ikut Bimbel Demi Diterima Perguruan Tinggi Negeri Dianggap Tidak Mendidik, Ini Alasannya

Banyak orang memanfaatkan bimbel agar bisa tembus ke PTN. Namun, belajar di bimbel tidak sesuai dengan misi pendidikan menciptakan SDM unggul.

Tayang:
Penulis: Muhammad Azzam |
Wartakotalive.com/Theo Yonathan Simon Laturiuw
Ilustrasi korban yang tertipu bimbel bodong di kantor Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Rabu (27/5/2015). 

"Tapi ini ada beberapa kontradiksi dari kebijakan mau pemerintah SDM unggul tapi kebijakannya tidak unggul gitu," tuturnya lagi.

Jika pemerintah tidak segera mengambil kebijakan, kata Indra, bangsa akan terus dibodohi.

Dia menambahkan, pelanggaran konstitusi terjadi dengan jargon merdeka belajar dan sangat berbeda dengan pembangunan SDM unggul yang dicita-citakan.

Selain Zoom, WhatsApp, dan Live Youtube, Bimbel Nurul Fikri Terapkan Belajar Online via Aplikasi NF

Bimbel Nurul Fikri Wilayah Jakarta Terapkan Pembelajaran Online di Tengah Pandemi

Seharusnya, kata Indra, sudah tidak ada alasan lagi Kemendikbud membuat kebijakan baru dalam proses masuk PTN.

Pasalnya, untuk mempersiapkan itu semua sekolah sudah ada dibawah langsung Kemendikbud.

"SDM unggul, dimana diutamakan adalah inovoasi. Memang pasti alasannya adalah pendidikan sebelumnya belum siap SMA dan SMP-nya, tapi kan sekarang sudah jadi satu kendali Kemendikbud," tutur dia.

Meskipun begitu, tak menutup kemungkinan dalam proses itu terjadi kecurangan karena masuk PTN penilaiannya hanya melalui tes satu dua hari itu saja.

" Jadi sangat mungkin, logikanya aja mereka dibayar mahal, ada yang berani janji untuk meluluskan pesertanya bagimana mereka bisa menggaransi lulus itu," katanya.

UN 2020 Dibatalkan, Nadiem Makarim Minta Maaf Jika Orang Tua Kecewa Anaknya Sudah Ikut Bimbel

Zenius App, Aplikasi Bimbel Online dari Zenius Education untuk Platform Android

Terakhir, jika sistem ini terus dipertahankan. Indra menambahkan, perguruan tinggi negeri hanya diisi oleh anak orang kaya saja yang mampu bayar bimbel mahal.

Sedangkan mereka yang punya prestasi, karya, dan miskin sangat kecil peluangnya.

"Akhirnya jadinya yang masuk PTN orang-orang kaya semua karena bisa bayar bimbel mahal-mahal."

"Ya tambah rusak lagi sedangkan anak-anak yang punya prestasi, anak miskin bisa-bisa enggak kuliah, ngarepin bidik misi cuma kan terbatas," kata Indra.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved