Pertamina Siapkan Tahap Pengurangan Premium dan Pertalite, Begini Tahapannya

Adapun yang kadar oktannya di bawah 91 atau masuk standar euro 2 saat ini adalah premium dan pertalite.

Wartakotalive.com/Angga Bhagya Nugraha
Pengemudi ojek online tengah mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Cikini Jakarta Pusat, Selasa (14/4/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM -  PT Pertamina akan mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis research octane number (RON) 88 atau bensin premium dan RON 90 atau bensin jenis pertalite. Berkaitan dengan hal itu PT Pertamina pun menyiapkan tiga tahapan untuk mengurangi BBM yang tidak ramah lingkungan itu.

Tiga tahapan itu merupakan simplifikasi varian produk dancomply dengan Peraturan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) Nomor P.20/Menlhk/Setjen/Kum.1/3/2017 yang mengatur soal baku mutu emisi gas buang kendaraan bermotor tipe baru untuk kendaraan bermotor roda empat atau lebih, sesuai data paparan Pertamina dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR.

Sudah Terkenal dan Kaya, Inul Daratista Tidak Butuh Lagi Pencitraan

Akuisisi Perusahaan P2P Lending, BCAP Siap Melaju dengan Layanan Keuangan Digital Terintegrasi

Dalam beleid itu, pemerintah menetapkan BBM tipe euro 4 atau setara BBM oktan 91 ke atas mulai tahun 2019 secara bertahap hingga 2021. Adapun yang kadar oktannya di bawah 91 atau masuk standar euro 2 saat ini adalah premium dan pertalite.

Tahap pertama, pengurangan bensin premium disertai dengan edukasi dan campaign untuk mendorong konsumen menggunakan BBM Ron 90 ke atas.

Tahap kedua, pengurangan bensin premium dan pertalite di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) disertai dengan edukasi dan campaign untuk mendorong menggunakan BBM di atas RON 90 ke atas.

Tahap ketiga, simplifikasi produk yang dijual di SPBU hanya menjadi dua varian yakni BBM RON 91/92 (pertamax) dan BBM RON 95 (petamax turbo).

Center Utah Jazz Rudy Gobert Kehilangan Indra Penciuman meski Sudah Lama Sembuh dari Covid-19

Pertimbangkan Perkembangan Covid-19, KAI Batalkan Perjalanan KA Lokal Hingga Akhir Juli 2020

Sementara mengacu data itu pula, konsumsi bensin jenis premium dan pertalite dari tahun ke tahun masih mengalami kenaikan. Rinciannya, untuk penggunaan bensin premium di tahun 2018 secara nasional mencapai 31,3 persen dari konsumsi BBM secara nasional. Pada tahun 2019 konsumsi naik menjadi 33,3 persen dari penggunaan secara nasional.

Begitu juga dengan penggunaan bensin pertalite yang masih mengalami peningkatan, dari yang tahun 2018 mencapai 52,4 persen secara nasional meningkat di tahun 2019 menjadi 56,3 persen secara nasional.

Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, menjelaskan mengenai filosofi penyederhanaan produk di mana sesuai regulasi pemerintah dan kesepakatan dunia tentang lingkungan, seluruh negara harus berupaya menjaga ambang batas emisi karbon dan polusi udara dengan standar BBM minimal RON 91 dan CN minimal 51.

"Jadi sesuai ketentuan itu, Pertamina akan memprioritaskan produk-produk yang ramah lingkungan. Apalagi tentu juga kita telah merasakan di masa PSBB langit lebih biru dan udara lebih baik. Untuk itu, kita akan teruskan program yang mendorong masyarakat untuk menggunakan BBM yang ramah lingkungan dan mendorong produk yang lebih bagus,” katanya beberapa waktu yang lalu.

Penerapan Reformasi Birokrasi, Mensos Minta Budayakan Pengelolaan Anggaran Transparan dan Akuntabel

BAF Caring for Children 2020, Donasi 300 Karyawan BAF untuk Bantuan Pendidikan 400 Anak Asuh

Halaman
12
Editor: Agus Himawan
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved