Breaking News:

Tips Otomotif

Waspada! Inilah 7 Penyebab Pecah Ban dan Cara Mengetahui Tekanan Udara di Dalam Ban

Merawat ban salah satunya adalah dengan menjaga kondisi tekanan udara yang ada di dalam ban.

Kompas.com/Fathan Radityasani
tambal ban tubeless 

Salah satunya karena harganya yang terjangkau.

Padahal metode ini hanya dianjurkan untuk sementara saja. Jika dalam jangka waktu lama bisa membahayakan buat pemilik kendaraan itu sendiri.

“Tambalan model tusuk atau yang seperti cacing sifatnya hanya sementara, sampai dibawa ke bengkel," ujarnya.

Sebab, lanjutnya, tambalan ini tidak secara sempurna menutup lubang yang menyebabkan bocor. Kalau dipakai terus menerus efeknya membuat karat pada kawat ban dan berujung pecah ban.

“Air mungkin bisa masuk atau bekas sayatan makin melebar hingga berakibat karat dan pecah ban,” kata Rozi. 

5. Perlakuan keras

Perlakuan keras terhadap ban seperti sering digunakan untuk pengereman mendadak, melakukan manuver kasar, melaju di kecepatan terlalu tinggi juga bisa menjadi penyebab terjadinya pecah ban.

Hal-hal seperti itu sering terjadi namun jarang disadari oleh pengguna. Sehingga kerap kali terabaikan dan membuat kondisi ban menjadi buruk lebih cepat dari yang seharusnya.

6. Kondisi ban

Kendaraan pecah ban di jalan tol.
Kendaraan pecah ban di jalan tol. (TMC)

Salah satu penyebab terjadinya pecah ban tidak lain adalah kondisi fisik ban itu sendiri. Misalnya ban sudah dalam aus atau tipis.

Dengan kondisi ban yang sudah tipis tetapi tetap digunakan terlebih untuk membawa beban berlebih bisa menyebabkan ban pecah.

Hal ini terjadi lantaran kondisi ban yang sudah tidak mampu lagi untuk menahan beban kendaraan.

7. Modifikasi ban

Modifikasi menjadi salah satu hobi yang banyak digemari oleh pencinta otomotif. Salah satu bagian yang sering mendapatkan sentuhan modifikasi adalah ban.

Padahal, memodifikasi bagian kaki-kaki tidak boleh dilakukan sembarang.

Pasalnya, jika dilakukan tanpa memperhitungkan keamanan dan keselamatan bisa-bisa justru membahayakan pengemudi.

Seperti, mengganti diameter pelek tanpa mempertimbangkan kecepatan dan beban fisik kendaraan yang harus ditanggung.

Akibatnya, beban ban juga akan tidak sesuai. Lebih parah, ban bisa pecah saat digunakan untuk berkendara.

Tekanan Ban

Merawat ban salah satunya adalah dengan menjaga kondisi tekanan udara yang ada di dalam ban.

Untuk masalah tekanan udara di dalam karet pelapis pelek ini, setiap pabrikan kendaraan selalu memberikan rekomendasi yang sesuai.

Rekomendasi salah satunya untuk menjaga kondisi ban agar sesuai dengan tingkat beban kendaraan serta untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Para pemilik kendaraan pun disarankan agar secara rutin mengecek tekanan udara pada ban agar tidak kelebihan atau pun kekurangan udara.

besaran tekanan ban (Kompas.com/Fathan Raditsyani)

Lalu lebih baik mana, ban mengalami kekurangan tekanan udara atau kelebihan?

Menanggapi hal tersebut On Vehicle Test (OVT) Manager PT Gajah Tunggal Tbk Zulpata Zainal menjelaskan, untuk masalah tekanan udara yang terbaik tentunya sesuai dengan rekomendasi dari pabrikan.

Pemilik kendaraan bisa menyesuaikan tekanan udara kendaraannya dengan melihat pada stiker tersebut.

“Kalau yang lebih baik tentunya yang sesuai dengan rekomendasi dari pabrikan. Tetapi kalau lebih baik kekurangan atau kelebihan, lebih baik kelebihan angin sedikit dibandingkan dengan kekurangan,” ujar Zulpata kepada Kompas.com, Jumat (26/6/2020).

Zulpata menambahkan, jika ban mengalami kekurangan tekanan udara ibaratnya kendaraan membawa beban secara berlebih.

Pada kondisi tertentu karet pada bagian tersebut akan melepuh karena panas yang berlebihan dan benang jadi hangus atau putus.

“Bahkan kalau mobil masuk tol, disarankan untuk tambah tekanan udara ban 1 sampai 3 psi untuk menghindari defleksi pada dinding ban yang berlebihan. Kelebihan 1-3 psi tidak akan membuat ban pecah,” ucapnya.

Zulpata juga menyarankan agar para pemilik kendaraan menjaga tekanan ban baik saat akan digunakan maupun kendaraan yang jarang digunakan.

Dengan menjaga tekanan udara di dalam ban merupakan salah satu cara untuk merawat karet ban. Perawatan yang sepele ini pun bisa membuat ban menjadi lebih awet dan terhindar dari kerusakan termasuk pecah ban.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Lebih Baik Mana, Ban Kelebihan atau Kekurangan Tekanan Udara?",

Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved