Info Balitbang Kemenag
Toleransi dan Kerja Sama Umat Beragama di Sumatera
Kerukunan antarumat beragama di lima wilayah Sumatera ternyata cenderung lebih aktif. Selain itu, sikap toleransi dan kerjasamanya relatif bagus.
Penulis: Hironimus Rama | Editor: Ichwan Chasani
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Tahun 2019, Balai Litbang Agama Jakarta melakukan penelitian tentang toleransi dan kerjasama antarumat beragama, dengan lokasi penelitiannya di wilayah Sumatera.
Lokusnya menyisir desa/kelurahan/kecamatan yang masyarakatnya heterogen dan hidup rukun. Lima lokasi menjadi daerah sasaran, yaitu; Sipirok Tapanuli Selatan Sumatera Utara; Tungkal Ilir, Tanjung Jabung Barat Jambi; Desa Seberuk, Kecamatan Lempuing Jaya Sumatera Selatan; Gampong Mulia Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh; dan Desa Rawa Selapan Kecamatan Candipuro Lampung Selatan.
Penelitian tersebut menemukan fakta yang cukup menggembirakan. Kerukunan antarumat beragama di lima wilayah Sumatera ternyata cenderung lebih aktif. Selain itu, sikap toleransi dan kerjasamanya relatif bagus.
Sumatra Selatan
Penelitian di Desa Lubuk Seberuk Kecamatan Lempuing Jaya, Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan menemukan bahwa kerukunan antar umat beragama di Desa Lubuk Seberuk sudah terjalin dengan harmonis dan sudah berlangsung sejak lama, yaitu ketika daerah tersebut dibuka oleh para pendatang dari Belitang Kab. OKU Timur.
Interaksi antar warga pendatang yang berasal dari beragam etnis dan agama sudah terjalin dengan baik. Kemudian mereka melebur dengan masyarakat pribumi dalam suatu kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah, yaitu Desa Lubuk Seberuk.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kerukunan antarumat beragama antar lain ikatan kewargaan (civic ties) antara warga Desa Lubuk Seberuk.
Kerukunan antarumat beragama yang terjalin di Desa Lubuk Seberuk tidak hanya atas sikap saling menghormati dan menghargai namun sudah beranjak pada kerjasama antar umat beragama.
Ketika umat Islam membangun Mesjid sebagai rumah ibadat, umat non Muslim ikut membantu berupa materi maupun imateri. Sebagian ada yang menyumbang uang, bahan bangunan, tenaga dan begitu pula sebaliknya.
Tradisi “Ruwatan Desa” merupakan local wisdom yang masih dipertahankan oleh masyarakat Desa Lubuk Seberuk dalam rangka merawat kerukunan umat beragama.
Acara ini melibatkan tokoh-tokoh agama dari berbagai agama yang berperan dalam menyampaikan doa-doa kepada Tuhan agar tetap diberikan kesejahteraan, keselamatan dan kerukunan antar umat beragama. Komunitas generasi muda, perempuan, kaum adat, pemerintah daerah (kabupaten, kecamatan dan desa) sama-sama berperan aktif dalam merawat kerukunan antarumat beragama melalui strateginya masing-masing.
Sumatra Utara
Penelitian di Kecamatan Sipirok Tapanuli Selatan Sumatera Utara menemukan ikatan kekerabatan sebagai faktor utama pembentuk tradisi kerukunan umat beragama.
Sistem kekerabatan etnis Batak, yang dikenal dengan istilah dalihan na talo, berperan sebagai perekat utama warga Batak, kendati mereka memiliki keyakinan keagamaan yang berbeda.
Dalam konteks Sipirok, komunitas agama terbesar adalah Muslim, disusul Kristen dan Katolik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/demo-toleransi_20171221_132007.jpg)