Sabtu, 25 April 2026

Virus Corona Jabodetabek

Anies Baswedan Diminta Prioritaskan Buka Sekolah dan Kampus Ketimbang Pijat Plus-plus dan Karaoke

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diminta mengutamakan pembukaan sekolah ketimbang tempat hiburan malam (THM) dan griya pijat.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
kompas.com
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani 

WARTAKOTALIVE, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diminta mengutamakan pembukaan sekolah ketimbang tempat hiburan malam (THM) dan griya pijat.

Rencananya, pembukaan sekolah dan THM bakal dilakukan pada PSBB transisi fase II.

Untuk jadwal pembukaannya belum ditentukan, karena DKI masih menunggu hasil evaluasi PSBB transisi fase I yang dimulai dari 5 Juni sampai akhir 28 Juni 2020.

Apakah Indonesia Pakai Cara Herd Immunity untuk Atasi Covid-19? Ini Kata Jubir Jokowi

“Kalau tempat pijat plus-plus dan karaoke itu buat apa?"

"Menurut saya sekolah yang harus tetap diutamakan,” kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani, Jumat (19/6/2020).

Zita mengatakan, pembukaan kembali sekolah sangat diperlukan, apalagi menjelang kenormalan baru akibat Covid-19.

Staf Khusus: Presiden Yakin Majelis Hakim akan Memutus Perkara Novel Baswedan Seadil-adilnya

Salah satu tempat yang mendesak harus dibuka adalah perguruan tinggi.

“Kampus-kampus harus sudah buka supaya mahasiswa-mahasiswa kita secepatnya lulus jadi dokter dan jadi perawat dan ilmuwan bikin vaksin,” tutur Zita.

Politikus PAN ini menyebut, mahasiswa yang pendidikannya berkaitan dengan praktik sangat sulit menyerap pengetahuan melalui online, yang selama ini diterapkan kementerian dan pemerintah daerah selama Covid-19.

Kritik Pemerintah Tangani Covid-19, Rizal Ramli: Serba Tanggung, Akhirnya Survival of The Fittest

Mereka, katanya, sangat membutuhkan laboratorium atau tempat praktik untuk mengaplikasi materi yang diajarkan kampus.

“Mahasiswa kedokteran kita apa kabarnya? Karena sudah tiga bulan tidak kuliah."

"Mana bisa belajar (ilmu) kesehatan cuma mikir di internet, kan harus praktik membelah mayat segala macam,” jelas Zita.

Warga Situbondo Klaim Temukan Obat Covid-19 dari Tempurung Kelapa, Pasien Bisa Sembuh dalam 3 Hari

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan pihaknya baru akan membuka operasional sekolah ketika kasus Covid-19 di wilayah setempat dinyatakan aman.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menyebut, saat ini sekolah belum dinyatakan aman dibuka kembali untuk anak-anak.

“Kami di Jakarta belum ada rencana membuka sekolah."

Revisi UU Narkotika, Pengguna yang Dua Kali Ditangkap Bakal Direhabilitasi, Lebih dari Itu Dipidana

"Sampai kondisi wabah di DKI benar-benar terkendali dan aman untuk anak-anak,” kata Anies Baswedan di Mal Kota Kasablanka, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (16/6/2020).

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia menyatakan, pemerintah daerah sangat berhati-hati dalam menentukan protokol kesehatan di tempat hiburan malam.

“Dalam menentukan protokol kesehatan kami sangat berhati-hati."

Aparat yang Panggil Warga Pengunggah Lelucon Gus Dur Ditegur, Begini Kisah Humor Tiga Polisi Jujur

"Dan jumlah pengunjung kemungkinan juga dibatasi (di setiap tempat hiburan),” kata Kepala Dinas Parekraf DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia, Rabu (3/5/2020).

Cucu mengatakan, protokol kesehatan yang akan diterapkan cukup banyak.

Misalnya, saling menjaga jarak (physical distancing), pengecekan suhu tubuh bagi setiap pengunjung, area wajib memakai masker, dan sebagainya.

PDIP: Semua Fraksi Setuju RUU HIP Inisiatif DPR, tapi di Publik Lepas Tangan dan Saling Menyalahkan

Salah satu pilihan alternatif yang digagas adalah menonaktifkan lantai dansa di setiap diskotek

“Itu salah satu alternatif saja ya, nanti kami akan lihat hasil keputusan dari kesehatan dan pelaku usaha."

"Pokoknya apa pun yang mau dibuka, harus ada upaya untuk menekan penyebaran virus Covid-19,” tambahnya.

Sekjen MUI: Setelah RUU HIP, Omnibus Law Tidak Boleh Lolos Jadi Undang-undang

Cucu juga enggan membeberkan jenis pariwisata secara keseluruhan yang akan dibuka, karena masih dibahas secara mendetail.

Dia berjanji, Pemprov DKI Jakarta akan menyampaikan jenis pariwisata yang dibuka bila konsep protokol pencegahan Covid-19 sudah matang.

“Semua masih dibahas, jadi saya enggak bisa umumkan dulu. Nanti akan diinformasikan,” ucapnya.

Anggaran Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Dipangkas Rp 540 M Akibat Covid-19, Dua Jembatan Tetap Dibangun

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Kita memutuskan untuk menetapkan status PSBB di Jakarta diperpanjang."

"Dan menetapkan Bulan Juni ini sebagai masa transisi," ujarnya, dalam konferensi pers yang disiarkan langsung akun YouTube Pemprov DKI Jakarta, Kamis (4/6/2020).

 LIVE STREAMING Konferensi Pers Anies Baswedan, Status PSBB DKI Jakarta Diperpanjang

Anies Baswedan juga membeberkan jadwal pembukaan transisi fase I, berikut ini rincian lengkapnya:

Pekan Pertama (5-7 Juni)

- Kegiatan ibadah rutin di tempat ibadah;

- Kegiatan ibadah berkelompok kecil (kurang dari 25 orang);

- Fasilitas olahraga outdoor;

- Mobilitas kendaraan pribadi;

- Mobilitas angkutan umum massal;

- Taksi (konvensional dan online);

- Ojek (online dan pangkalan).

Pekan Kedua (8-14 Juni)

- Perkantoran;

- Rumah makan (mandiri);

- Perindustrian;

- Pergudangan;

- Pertokoan/retail/showroom (berdiri sendiri);

- UMKM binaan Pemprov (Lokasi binaan/sementara);

- Layanan pndukung (benggkel, servi, fotokopi, dll);

- Museum, galeri;

- Perpustakaan;

- Taman, RPTRA;

- Pantai;

Pekan Ketiga (15-21 Juni)

- Pasar, pusat perbelanjaan, mal (non pangan);

- Taman rekreasi indoor;

- Taman rekreasi outdoor;

- Kebun binatang. (*)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved