Rabu, 20 Mei 2026

Virus Corona

Doni Monardo: Protokol Kesehatan Harga Mati!

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan, di masa pandemi Covid-19 ini protokol kesehatan adalah harga mati.

Tayang:
covid19.go.id
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Rabu (6/5/2020). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan, di masa pandemi Covid-19 ini protokol kesehatan adalah harga mati.

Menurutnya, protokol kesehatan sangat penting ke depannya untuk menghadapi Covid-19 yang tak diketahui kapan akan berakhir.

"Intinya sekarang ini protokol kesehatan itu harga mati."

UPDATE Kasus Covid-19 di Indonesia 17 Juni 2020: 16.243 Pasien Sembuh, 41.431 Positif, 2.276 Wafat

"Jadi kalau selama ini kita dengar ada NKRI harga mati, maka ke depan protokol kesehatan harga mati," ujar Doni Monardo dalam rapat dengan Komisi X DPR, Rabu (17/6/2020).

Dia menjelaskan kembali yang dimaksud protokol kesehatan dalam hal ini adalah memakai masker, menjaga jarak satu sama lain, dan juga sering mencuci tangan di air mengalir dengan sabun.

Jenderal bintang tiga tersebut menambahkan bahwa Gugus Tugas kini menggunakan istilah '4 sehat 5 sempurna'.

Program Bansos Berlanjut Hingga Desember 2020, Nilainya Berkurang Jadi Rp 300 Ribu per Bulan

Di mana protokol kesehatan tadi ditambah dengan olahraga, istirahat teratur, dan mengonsumsi makanan sehat.

"Isi dari protokol kesehatan ini adalah pakai masker, jaga jarak, cuci tangan."

"Ditambah dengan olahraga teratur, istirahat yang cukup, serta tidak boleh panik, dan ditutup dengan memakan makanan berkualitas."

Dapat Cuti Jelang Bebas, Nazaruddin Sudah Bayar Denda Rp 1,3 Miliar

"Ini kami kemas dengan istilah '4 sehat 5 sempurna'," ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (GTPPC19) Doni Monardo mengadopsi slogan 4 Sehat 5 Sempurna untuk menghadapi virus SARS-CoV-2 yang sedang melanda Tanah Air.

Dahulu, slogan 4 Sehat 5 Sempurna digunakan sebagai pengingat yang mudah untuk masyarakat.

Masyarakat membutuhkan asupan nutrisi untuk membangun kualitas manusia Indonesia yang andal.

 Ridwan Kamil: Kita Lagi Perang, Semua Harus Turun Bela Negara

Slogan yang diciptakan tahun 1950-an oleh Prof Poorwo Soedarmo itu berisikan lima kelompok makanan, yakni makanan pokok, lauk-pauk, sayur-sayuran, buah-buahan, dan susu.

Namun, slogan tersebut digunakan untuk menghadapi konteks saat ini, benteng terakhir menghalau Virus Corona.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved