Virus Corona
Doni Monardo: Protokol Kesehatan Harga Mati!
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan, di masa pandemi Covid-19 ini protokol kesehatan adalah harga mati.
Doni mengatakan, Gugus Tugas telah memberikan sejumlah masukan mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menghadapi pandemi yang belum diketahui kapan akan selesai.
Di antaranya, pengurangan atau pelonggaran PSBB yang harus dikaji secara matang.
• UPDATE Kasus Covid-19 di Jakarta 17 Mei 2020: 5.922 Pasien Positif, 1.295 Orang Sembuh,475 Meninggal
Salah satunya, mengenai perlunya survei pra kondisi sebelum relaksasi PSBB.
"Kemudian juga waktu yang tepat kapan harus dimulai, dilihat dari data-data lapangan yang tadi telah Bapak Presiden perintahkan untuk mengkaji daerah mana yang boleh dibuka," tuturnya.
Pembukaan atau relaksasi PSBB tersebut menurut Doni harus berdasarkan data-data lapangan serta pertimbanga kajian multi aspek.
• UPDATE Kasus Covid-19 di Indonesia 17 Mei 2020: 4.129 Orang Sembuh, 17.520 Positif, 1.148 Meninggal
Sehingga, keputusan yang diambil nantinya tidak keliru atau bahkan memperparah penyebaran Covid-19.
"Tentu adalah daerah-daerah yang memiliki kriteria hijau."
"Dan kalau kita lihat dari 34 provinsi di Indonesia, ada yang memang tingkat kasusnya masih relatif rendah."
• INI Dia Tampang Penjual Daging Sapi Dioplos Babi di Kota Tangerang, Mengaku Baru Dua Bulan Beraksi
"Namun demikian tetap kajian secara data danjuga riset memiliki peran yang penting."
"Sehingga nantinya mana daerah yang dibuka, mana yang diberikan pengurangan pembatasan tidak keliru," paparnya. (Vincentius Jyestha)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/doni-monardo-di-media-center-gugus-tugas-percepatan-penanganan-covid-19.jpg)