Virus Corona Jabodetabek
Damkar Masih Semprot Disinfektan 13 RW yang Masuk Daftar Zona Merah
Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur masih melakukan penyemprotan disinfekat di 13 RW yang masuk daftar zona merah
Penulis: Rangga Baskoro |
Jakarta Disebut Zona Merah Virus Corona, Anies Baswedan: Tidak Relevan, Semuanya Masih Berisiko
Kota Jakarta disebut zona merah virus corona atau Covid-19, dinilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, tidak relevan.
Pernyataan Anies Baswedan tersebut, saat mengetahui adanya stigma daerah Jakarta zona merah virus corona.
Menurut Anies Baswedan, selain DKI Jakarta, semua daerah mempunyai risiko tinggi penyebaran virus corona.
“Menurut saya, tidak relevan lagi menyebut Jakarta zona merah atau zona lainnya karena sesungguhnya semuanya masih berisiko,” kata Anies Baswedan di Kawasan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara pada Sabtu (13/6/2020).
• Yunarto Kritisi Anies Baswedan, dari Bandingkan dengan Ganjar Pranowo hingga Sebut Cari Panggung
• Kata Gubernur Anies, Tanggal 15 Juni Mal Sudah Boleh Buka Lagi
• Anies Serukan Lima Prinsip Seruan ini, untuk Warganya dalam Pencegahan Covid-19
“Jadi jangan sampai ada kesan bahwa saya tempatnya aman karena bukan zona merah. Padahal sesungguhnya di semua tempat masih ada risikonya,” tambah dia.
Meski demikian, Anies tak menampik pernah memaparkan adanya 66 RW yang terapkan wilayah pengendalian ketat (WPK) di lima kota, dan satu kabupaten administrasi di Jakarta.
66 RW itu mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah karena terdapat jumlah kasus baru (insiden rate).
“Kami kemarin (Kamis, 4/6/2020) menyebutkan ada beberapa RW, itu bukan berarti seluruh wilayah RW itu"
"Itu adalah ada kasus di RW itu dan sebagian dari RW malah warganya belum tentu berinteraksi dengan tetangganya karena ada yang berinteraksi dengan kolega di kantor,” jelasnya.
Karena itu, Anies mengimbau kepada seluruh warganya untuk menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
Di antaranya memakai masker bila keluar rumah, rajin mencuci tangan, menjaga jarak antar pribadi, tetap berada di rumah dan sebagainya.
“Di manapun Anda berada, tetaplah waspada dan tetaplah ikuti protokol kesehatan. Jangan pernah menganggap bahwa kita sudah aman sekarang ini,” ungkapnya.
Serukan Lima Prinsip
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/giat-penyemprotan-disinfektan-oleh-sudin-gulkarmat-jakarta-timur140620201.jpg)