Kenaikan Tagihan PLN
Sebut PLN Amatiran dan Tidak Terbuka, Roy Suryo Tantang Debat Ilmiah
Roy menanggapi soal statemen dari kementerian BUMN yang menyebut bahwa tidak ada kenaikan tarif PLN, yang ada hanya kenaikan tagihan.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Pakar Telematika Roy Suryo menyoroti sejumlah alasan yang dikemukakan oleh pihak PLN maupun Kementerian BUMN atas banyaknya protes masyarakat soal adanya kenaikan tagihan listrik yang tidak wajar.
Seperti diketahui, pihak PLN berulangkali membantah adanya kenaikan tarif listrik
PLN mengklaim, biaya tagihan naik lantaran meningkatnya pemakaian selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Sementara itu, masyarakat terus melakukan protes dan memberikan bukti bahwa kenaikan tagihan yang mereka alami tidak wajar.
• Tompi Jadi Trending Topik,Dikenal Pendukung Garis Keras Jokowi Kini Keluhkan Naiknya Tagihan Listrik
• Rizal Ramli Hanya Ingin Debat Berlangsung Terbuka, Bukan Diskusi Tertutup di Kantor Luhut Pandjaitan
Bahkan, rumah kosong dengan pemakaian listrik yang sama selama berbulan-bulan juga mengalami kenaikan yang signifikan.
Maka dari itu, publik membantah keras pernyataan PLN yang menyebut kenaikan tagihan lantaran meningkatnya pemakaian.
Roy Suryo sendiri menyoroti sejumlah bantahan PLN yang dianggap tidak menyelesaikan permasalahan.
Justru, menimbulkan kecurigaan baru bagi publik.
• Roy Suryo: Sebaiknya Presiden Jokowi Lebih Dulu Resmikan Pembukaan Tempat Ibadah Daripada Buka Mall
• Perumda Pasar Jaya Sebut 52 Pedagang dari Lima Pasar di Jakarta Terinfeksi Covid-19
"Kasus @pln_123soal Transparansi Komunikasi. Sejak awal tidak diinfo petugas-petugas tidak ke rumah-rumah (warga) selama PSBB. Juga tidak diinfo pelanggan harus memotret atau mencatat stand meter sebagai bukti. Diberlakukannya sepihak kebijakan 'Asumsi' untuk hitung awal dan dijumlah total di akhir," tulis Roy Suryo di akun Twitternya, dikutip Wartakotalive.com, Kamis (11/6/2020).
Roy Suryo juga menanggapi penjelasan dari pihak PLN dengan membuat info grafis yang berisi pernyataan tak jauh berbeda dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya.
Roy menyebut, PLN tidak jujur.
"@pln_123 mau menerangkan dengan animasi/grafis apapun intinya tetap Ketidaktransparansian (baca: ketidakjujuran) perhitungan. Apa susahnya diinfo sejak awal agar Pelanggan mencatat/memotret standmeter tiap bulan dan kirimkan secara mandiri? Sehingga rakyat tidak di fait a compli begini," tulisnya lagi.
• Tyas Mirasih Dimaki-Maki Warganet Usai Berperan Menjadi Wanita Jahat di Film Suara Hati Istri
• Ngebet Nikah Dengan Siapa Saja, Pedangdut Seksi Nabilla Gomes: Duda Enggak Masalah
Selanjutnya, Roy menanggapi soal statemen dari kementerian BUMN yang menyebut bahwa tidak ada kenaikan tarif PLN, yang ada hanya kenaikan tagihan.
Roy menganggap, statemen tersebut amatiran.
"Lama-lama memang makin tampak "kelas"-nya (baca: Amatiran) ini statemen2 yg katanya memgemban Amanah selaku Pengelola Negara. Dimulai dari Kardus yang digembok, perbedaan antara mudik & pulang kampung, hingga tarif listrik tidak naik namun yang naik adalah tagihannya," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/roy-suryo-saat-melaporkan-petinggi-sunda-empire.jpg)