Sabtu, 11 April 2026

Virus Corona

Pemerintah Bakal Standardisasi Harga Tes PCR

Doni Monardo menyebut bakal ada standardisasi harga terkait tes polymerase chain reaction (PCR).

Dok. AP II
Bandara Soetta menjalankan protokol kesehatan terhadap WNI dan WNA yang baru tiba dari penerbangan internasional dengan pemeriksaan suhu, tanda dan gejala Covid-19; pemeriksaan saturasi oksigen; pemeriksaan rapid test dan/atau PCR. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo menyebut, bakal ada standardisasi harga terkait tes polymerase chain reaction (PCR).

"Tadi Bapak Presiden juga menegaskan pentingnya standardisasi harga bagi mereka yang akan melaksanakan bepergian dan wajib untuk tes PCR," kata Doni Monardo dalam siaran BNPB, Kamis (4/6/2020).

Hal tersebut disampaikan seusai Doni Monardo mengikut rapat terbatas (ratas) dengan tema 'Percepatan Penanganan Pandemi COVID-19' melalui video conference yang dipimpin oleh Presiden Jokowi.

DETIK-detik Novel Baswedan Disiram Air Keras Versi Terdakwa Ronny Bugis, Mengaku Cuma Ikuti Arahan

"Bapak Presiden meminta harga itu (PCR test) tidak memberatkan para petugas atau masyarakat yang akan bepergian."

"Dan menugaskan Menteri Kesehatan untuk menentukan standarisasi harga," tuturnya.

Adapun harga PCR test mandiri di sejumlah rumah sakit swasta berbeda-beda, yakni antara sekitat Rp 1,9 juta hingga sekitar Rp 2,5 juta.

Ini yang Bikin Ronny Bugis Akhirnya Cerita ke Atasan Soal Novel Baswedan Disiram Air Keras

Di satu sisi, hasil negatif PCR test merupakan hal yang wajar bagi pegawai atau pihak-pihak yang bepergian menggunakan pesawat.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jumlah merek perangkat alat uji Covid-19, Polimerase Chain reaction (PCR) disederhanakan.

Sebab, saat ini banyaknya merek PCR Kit membuat uji spesimen tidak efektif.

Siram Novel Baswedan Pakai Air Aki, Rahmat Kadir: Dia Pengkhianat, Lupa Diri!

"Bapak Presiden meminta untuk disederhanakan jumlah (merek)-nya agar tidak semrawut."

"Karena seperti kita ketahui ada sering sekali medium pengangkut virus dengan reagen esktrasi tidak matching, karena merknya beda."

"Sehingga menghambat pelaksanaan di lapangan," uja Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy seusai rapat terbatas penanganan Covid-19, Kamis, (4/6/2020).

Ganjar Pranowo: Anda yang Mengeluh Capek Tangani Covid-19, Mundur Saja

Dengan penyederhanaan merk PCR Kit, maka diharapkan uji spesimen lebih mudah dan cepat.

Selain itu menurut Muhadjir, Presiden meminta PCR hasil riset anak negeri dapat diproduksi massal.

"Sehingga kita tidak tergantung piranti tes ini dari impor," tuturnya.

Genjot Tingkat Kesembuhan, Mantan Pasien Covid-19 Diminta Donorkan Plasma Darah

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved