Kerusuhan di AS
Terrence Floyd, Adik George Floyd Minta Pendemo Berhenti Menjarah: Kakakku Suka Perdamaian
Terjadinya kerusuhan di Amerika Serikat membuat Terrence Floyd, adik George Floyd angkat bicara.
Terrence pun kembali mengajak para demonstran untuk berdemo dengan damai dan selalu menggaungkan nama sang kakak.
"Tetap gaungkan nama kakakku," ajak Terrence, dikutip dari abcnews.go.com.
"Kita masih akan melakukan ini (demo) dengan damai," janjinya.

Pekerja memasang papan penutup toko usai terjadi aksi unjuk rasa atas kematian George Floyd, di Los Angeles, California, Amerika Serikat, Minggu (31/5/2020) waktu setempat. Meninggalnya George Floyd, seorang pria keturunan Afrika-Amerika, saat ditangkap oleh polisi di Minneapolis beberapa waktu lalu memicu gelombang aksi unjuk rasa dan kerusuhan di kota-kota besar di hampir seantero Amerika Serikat. AFP/Agustin Paullier (AFP/Agustin Paullier)
Dalam wawancara sebelumnya pada Minggu (31/5/2020), Terrence juga sempat meminta pendemo untuk berhenti melakukan kerusakan.
Ia mengaku memahami amarah para pendemo, namun ia tak ingin George Floyd dikenang dengan kerusakan para pendukungnya.
"Kadang aku marah, kadang aku ingin memukul kepala orang. Aku ingin menggila," kata Terrence.
"Tapi aku di sini. Kakakku bukan orang yang seperti itu. Kakakku suka perdamaian. Kau akan mendengar banyak orang bilang dia adalah sosok raksasa yang lembut," tuturnya.
Neeno Sky, seorang pendemo kulit hitam di Minneapolis datang bersama keponakannya yang masih kecil.
Sky merasa senang karena orang-orang menyuarakan hak orang kulit hitam.
"Segalanya berada dalam kegelapan, kini ada secercah cahaya," ungkap Sky penuh harap.
Sky berdoa dengan adanya demo ini bisa memperbaiki kehidupan orang kulit hitam seperti keponakannya.
"Aku berdoa akan ada perubahan karena tampaknya ada banyak harapan," ujar Sky.
Sky menyebut demo di hampir seluruh penjuru AS ini nantinya bisa membuat aparat berpikir dua kali ketika akan memperlakukan orang kulit hitam dengan tidak adil.