Kerusuhan di AS
Wali Kota New York Klaim Putrinya Demo Damai Saat Ditangkap karena Protes Kematian George Floyd
Wali kota New York City, Bill de Blasio mengaku tidak tahu putrinya Chiara de Blasio ditangkap polisi.Meski demikian ia bangga pada Chiara
WARTAKOTALIVE.COM, NEW YORK -- Wali kota New York City, Bill de Blasio mengaku tidak tahu putrinya Chiara de Blasio ditangkap polisi.
Clara ikut ditangkap bersama hampir 790 orang yang ikut dalam unjuk rasa protes kematian George Floyd di Amerika Serikat (AS) Sabtu.
Bill de Blasio mengatakan dia tidak mengetahui insiden itu sampai setelah dia mengadakan konferensi pers pada hari Minggu.

Dia menolak klaim dari seorang wartawan bahwa dia tidak transparan.
Laporan penangkapan Clara, pertama kali diperoleh oleh New York Post.
• Kerusuhan dan Penjarahan Pasca Kematian George Floyd Diduga Terorganisir, Benarkan Rusia Terlibat?
• Adik George Floyd Sedih Lihat Pembakaran dan Penjarahan karena Kakaknya, Jangan Hancurkan Kota Anda
• Derek Chauvin dan George Floyd Sama-sama Pernah Bekerja Sebagai Satpam, Mengapa Chauvin Membunuhnya?
Clara disebut menolak untuk meninggalkan jalan Manhattan yang dibersihkan oleh petugas yang berantakan setelah aksi kerusuhan massa.
Chiara de Blasio, yang berkulit hitam, kemudian diberi surat panggilan pengadilan dan dibebaskan.
Walikota mengakui pada hari Senin bahwa dia dan istrinya, Chirlane, terkejut dengan penangkapan itu.
Meski demikian ia mengatakan dia menghormati aksi yang dilakukan putrinya.
• Bukti KPK Bekerja, Buronan Nurhadi dan Rezky Herbiyono, Menantunya Berhasil Ditangkap KPK
"Saya kagumi bahwa dia ada di luar sana mencoba mengubah sesuatu yang dia pikir tidak adil dan melakukannya dengan cara yang damai," katanya.
De Blasio mengatakan putrinya berkomitmen untuk "protes damai."
"Dia percaya banyak perubahan diperlukan. Saya bangga padanya bahwa dia sangat peduli dengan caranya (ikut unjuk rasa damai)."
Tentang Chiara de Blasio
Putri Wali Kota New York ikut ditangkap bersama hampir 790 orang yang ikut dalam unjuk rasa protes kematian George Floyd di Amerika Serikat (AS).
• BREAKING NEWS: Mantan Sekretaris MA Nurhadi Ditangkap KPK di Jakarta Selatan, 5 Bulan Jadi Buronan
Sumber kepolisian mengungkapkan kepada The Associated Press (AP), Chiara de Blasio (25) putri Bill de Blasio ditangkap, Sabtu (30/5/2020) malam.
Chiara ditangkap karena menolak untuk meninggalkan jalan Manhattan saat diminta polisi.
Saat ditangkap, Chiara tidak memberitahu polisi soal dirinya adalah anak Wali Kota New York.
Saat ditanya alamat rumah, Chiara memberi tahu alamat kediaman ayahnya di Upper East Side.
Chiara de Blasio, yang berkulit hitam, kemudian dibebaskan, meskipun tetap harus hadir dalam persidangan atas dakwaan tindak pidana ringan.
• JADWAL BELAJAR dari Rumah di TVRI Selasa 2 Juni 2020, Ada Khan Academy, X-Sains, dan Matematika
Bagi warga kota New York, Chiara dikenal aktivis dan juga seniman.
Dia aktif dalam kegiataan kemanusiaan.
Tolak Jam Malam
Komisaris Polisi Kota New York Dermot Shea, yang muncul di samping walikota, membenarkan bahwa protes pada hari Minggu "sangat damai."
Tetapi ada perubahan yang nyata, khususnya di Manhattan, sekitar jam 9 malam.
"Kami memiliki masalah yang sangat kecil sampai hari kemarin gelap," katanya.
Saat itu para pekerja naik ke sebuah toko Chanel di Soho.
• Kangen Keluarga, Marco Motta Mudik Ke Italia Setelah Lockdown Di Perlonggar
Mereka memecahkan jendela dan mengambil barang-barang di dalamnya alias penjarahan.
"Saat itu dilakukan penangkapan dalam waktu yang sangat singkat," kata Shea Senin sebelumnya di NBC's Today.

Bahkan diakui seorang pria berusia 21 tahun ditembak dan dibawa ke rumah sakit tidak mengancam jiwa.
Selain Soho para pendemo masuk Union Square, membobol butik Rolex, Kate Spade dan Prada serta toko elektronik.
Sebelumnya diketahui bahwa De Blasio menolak gagasan jam malam untuk membantu memadamkan protes seperti yang diterapkan di kota-kota besar AS lainnya.
Shea mengatakan dia tidak berpikir jam malam akan berhasil.
• DMI Terbitkan Surat Edaran Serukan Masjid Dibuka kembali untuk Salat Lima Waktu dan Salat Jumat
"Kita bisa memberlakukan jam malam hari ini," katanya setelah kerusuhan.
Namun demikian, de Blasio mengatakan itu masih merupakan pilihan dan bahwa dia akan membahasnya lebih lanjut pada hari Senin dengan Gubernur Andrew Cuomo.
Protes Hari Ketiga
Ini adalah hari ketiga aksi protes di kota New York atas pembunuhan George Floyd oleh seorang personil polisi di Minnesota.
Gelombang massa ini tumpah ruah ke jalan setelah sebagian besar warga New York menghabiskan dua bulan terakhir di dalam pembatasan ketika virus corona menyerang kota.
Malam sebelumnya, ribuan orang berhadapan dengan pasukan polisi di jalanan sekitar arena olahraga Brooklyn.
NYPD mengatakan setidaknya 120 orang ditangkap dan 15 kendaraan polisi rusak atau hancur.
• Goa Sakral Suku Aborigin Berusia 46.000 Tahun Diledakkan Demi Bijih Besi, Rio Tinto Minta Maaf
Bill de Blasio, seorang politikus Demokrat, menuding kerusuhan terjadi karena ulah sejumlah kecil agitator yang "tidak mewakili kota ini" dan sengaja berusaha untuk menghasut agar terjadi kekerasan terhadap polisi.
"Kami menghargai dan menghormati semua aksi unjuk rasa damai, tapi sekarang saatnya bagi warga untuk pulang," ujar de Blasio kepada wartawan, di luar antor Pusat Manajemen Darurat pukul 23:30 waktu setempat.
"Apa yang kita lihat adalah orang yang datang dari luar," lanjut de Blasio kepada Stasiun TV NY1.
Di tempat lain, Walikota di Rochester menyatakan keadaan darurat dan jam malam diberlakukan pada pukul 21.00, setelah demonstran menghancurkan mobil polisi.
Baca: Demo Kematian George Floyd, Donald Trump Akan Masukkan Kelompok Antifa sebagai Teroris
Aksi unjuk rasa menuntut keadilan atas kematian George Floyd berbuntut kerusuhan hingga aksi penjarahan di toko terjadi di Beverly Hills, Sabtu (30/5/2020) waktu setempat.
Media lokal melaporkan, penjarahan terjadi di toko pakaian Alexander McQueen dan toko lainnya di jalan Rodeo.
• Ritual Khusus Sebelum Bertanding, Pemain Berbakat Persija Jakarta Selalu Minta Restu ke Orang Tua
Pemilik toko di Beverly Hills mengambil langkah antisipasi menutup toko milik mereka untuk mencegah merambahnya aksi penjarahan.
Selain itu tiga kendaraan polisi dan beberapa insiden vandalisme juga terjadi dalam unjuk rasa tersebut.
Polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa aksi yang berjumlah 200- 300 orang di Rodeo dan Santa Monica Boulevard sekitar pukul 20.00 waktu setempat.
"Lebih dari 2.000 warga datang ke Beverly Hills sebagai bagian dari serangkaian aksi unjuk rasa nasional," ujar Keith Sterling, manajer informasi publik kota, kepada City News Service.
Para demonstran melakukan aksi di tiga blok jalan tempat pusat perbelanjaan, di jalan Rodeo sekitar pukul 15:15 atau 15:30.
Mereka menyerukan protes dan suara keadilan atas kematian Floyd dan warga kulit hitam.
Banyak demonstran mengabaikan rekomendasi social-distancing.

Otoritas Kota mengumumkan sekitar pukul 14.00, Rodeo ditutup untuk kendaraan dan pejalan kaki.
Sterling menggambarkan vandalisme terjadi ketika bangunan disemprot dan dilukis dan beberapa jendela pecah.
"Sementara kita masih menghitung jumlah kerugian dari kerusakan yang terjadi, kita sangat sedih aksi vandalisme terjadi di kota kita hari ini," kata Walikota Les Friedman.
"Kami akan bekerja untuk mendukung bisnis kami bergerak maju dalam waktu yang sudah sulit," jelasnya.
Alexander McQueen, toko pakaian yang dijarah oleh sejumlah orang bertopeng sekitar pukul 18:20.
Ada juga upaya untuk menjarah Toko Gucci.
Dalam menjaga para pengunjuk rasa, beberapa anggota polisi mengalami cedera ringan," Friedman mengatakan kepada NBC4. (AP/Daily News/AFP/Reuters/Washington Post, New York Post)
Sebagian Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sosok Chiara de Blasio, Putri Wali Kota New York yang Ditangkap Aparat Karena Ikut Demo, Penulis: Srihandriatmo Malau