Goa Sakral Suku Aborigin Berusia 46.000 Tahun Diledakkan Demi Bijih Besi, Rio Tinto Minta Maaf

Situs pribumi yang disucikan kaum Aborigin berusia 46.000 tahun di Australia diledakkan perusahaan pertambangan Rio Tinto dan ini memicu keprihatinan.

CNN International
Tumpukan bijih besi di tambang Rio Tinto di Cape Lambert, wilayah Pilbara, Australia. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Situs pribumi berusia 46.000 tahun yang disucikan kaum Aborigin di Australia diledakkan perusahaan pertambangan Rio Tinto dan memicu keprihatinan.

Raksasa perusahaan pertambangan itu pun telah meminta maaf atas indisen meledakkan situs pribumi suci berusia 46.000 tahun itu.

Situs itu, Juukan Gorge, terletak di wilayah Pilbara, negara bagian Australia Barat yang kaya sumber dayanya.

Presiden Jokowi Instruksikan Penutupan Tambang Emas Ilegal Lebak, Ini Reaksi Gubernur

Disana, terdapat dua gua yang berisi artefak yang mengindikasikan gua itu sudah berumur puluhan ribu tahun.

Tambang bijih besinya menghasilkan lebih dari setengah pendapatan Australia.

Penggalian proyek pada 24 Mei 2020 lalu itu berjalan terus meskipun orang-orang Pinikura (Suku asli Aborigin) selama tujuh tahun menentang proyek tersebut.rang-orang Puutu Kunti Kurrama dan Pinikura berusaha keras untuk melindungi situs tersebut.

"Kami memberikan penghormatan kepada Puutu Kunti Kurrama dan Orang Pinikura (PKKP)," kata CEO Bijih Besi Rio Tinto, Chris Salisbury dalam sebuah pernyataan, Minggu (1/6/2020).

"Kami turut berduka atas kesalahan yang kami sebabkan. Hubungan kami dengan PKKP sangat berarti bagi Rio Tinto, yang telah bekerja bersama selama bertahun-tahun," kata pernyataan itu.

"Kami akan terus bekerja dengan PKKP untuk belajar dari apa yang telah terjadi dan memperkuat kemitraan kami.

Sebagai hal yang mendesak, kami sedang meninjau rencana perlindungan semua situs lain di daerah Juukan Gorge." Sambungnya

Menurut 7News, juru bicara Puutu Kunti Kurrama dan Pinikura Aboriginal Corporation, Burchell Hayes mengatakan Rio Tinto sudah diberitahu tentang pentingnya situs tersebut pada Oktober lalu.

Halaman
12
Editor: Max Agung Pribadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved