Kerusuhan di AS

UPDATE: George Floyd Tewas karena Dibunuh, Demikian Hasil Autopsi Independen, Pembunuhan Berencana?

Warga kulit hitam bernama George Floyd (46 tahu) dipastikan meninggal dunia karena dibunuh. Hal itu berdasarkan autopsi tim independen

Markus Schreiber/AP via www.npr.org
Gambar George Floyd, warga kulit hitam yang tewas di tangan polisi AS menghiasi tembok Berlin. Hasil autopsi independen, pria berusia 46 tahun itu memang tewas dibunuh, antara lain oleh polisi bernama Derek Chauvin. 

WARTAKOTALIVE.COM, MINNESOTA --  Warga kulit hitam bernama George Floyd (46 tahu) dipastikan meninggal dunia karena dibunuh.

Dua dokter melakukan autopsi independen terhadap jenazah George Floyd menyimpulkan ia meninggal karena sesak napas lantaran leher dan punggungnya ditekan.

Saat itu tidak ada aliran darah ke otak. Sehingga tewasnya George Floyd merupakan pembunuhan.

Wali Kota New York Klaim Putrinya Demo Damai Saat Ditangkap karena Protes Kematian George Floyd

KERUSUHAN di AS, Facebook dan Snapchat Kecam Ketidaksetaraan Ras Usai Kematian Floyd

Hasil autopsi menunjukkan pria 46 tahun itu meninggal di tempat kejadian perkara (TKP).

Para dokter juga mengatakan Floyd tidak memiliki kondisi medis yang mendasar dan berkontribusi pada kematiannya.

Hal ini sungguh bertentangan dengan temuan awal autopsi resmi oleh Hennepin County Medical Examiner, yang dikutip dalam dokumen pengadilan, bahwa tidak ada bukti pencekikan traumatis.

Sebagaimana diketahui dari dokumen tuntutan, seorang anggota polisi kulit putih dihadapkan ke pengadilan karena melakukan aksi pembunuhan terhadap Floyd.

Ade Armando Disomasi Muhammadiyah karena Sebut Din Syamsuddin Si Dungu, Berikut Ini Klarifikasinya

Polisi yang menindih leher Floyd, Derek Chauvin, kini sudah dipecat dan dituntut atas pembunuhan tingkat tiga dan pembantaian.

Hasil ini juga mengatakan penyakit arteri koroner dan hipertensi juga mungkin berkontribusi terhadap kematian Floyd.

Laporan autopsi lengkap dari daerah setempat belum dirilis.

"Bukti ini konsisten dengan asfiksia mekanik sebagai penyebab kematian dan pembunuhan sebagai cara kematian," kata Dr Allecia Wilson dari University of Michigan, salah satu dari dua dokter forensik yang melakukan autopsi independen.

Cerita Lengkap Penangkapan Nurhadi di Kawasan Elit Simprug, Benarkah Dipimpin Novel Baswedan?

Video yang beredar menunjukkan Floyd memohon dan berulang kali mengatakan, 'ia tidak bisa bernapas' ketika seorang polisi Derek Chauvin terus menempelkan lututnya ke leher Floyd selama hampir sembilan menit.

Dua petugas lainnya juga menekan lutut mereka ke punggung Floyd.

Dr Michael Baden, yang juga mengambil bagian dalam autopsi independen atas permintaan dari keluarga Floyd, mengatakan, tindakan dua anggota polisi itu juga menyebabkan Floyd kematian.

Dengan Totolink EX100 Seharga Seratus Ribuan Sinyal Wifi Bisa Merata Full di Semua Sudut Rumah

Baden menambahkan ia tidak menemukan masalah kesehatan yang mendasar pada Floyd dan menyebabkan kematiannya.

Baden berpengalaman dalam menangani kasus-kasus besar, termasuk kasus kematian 2014 lalu, Eric Garner, seorang pria kulit hitam yang meninggal setelah dicekik oleh polisi di New York.

Derek Chauvin dan Floyd
Derek Chauvin dan Floyd (cnn.com)

"Banyak polisi punya kesan bahwa jika Anda dapat berbicara, itu berarti Anda sedang bernapas. Itu tidak benar, "kata Baden.

"Saya berbicara sekarang di depan Anda dan tidak bernapas," ucapnya sambil menirukannya.

Industri Tekstil Indonesia Mampu Selamatkan Ekonomi dan Kesehatan di Masa Pandemi

Antonio Romanucci, salah satu pengacara yang mewakili keluarga Floyd, mengatakan empat polisi yag berada di tempat kejadian harus menghadapi tuntutan. Jadi bukan hanya Chauvin.

"Tidak hanya lutut di leher George penyebab kematiannya, tapi begitu juga dua polisi lain yang melakukan hal yang sama di punggungnya, yang tidak hanya mencegah aliran darah ke dalam otaknya, tetapi aliran udara ke dalam paru-parunya," kata Romanucci.

"Karena itu semua petugas di TKP harus bertanggung jawab," tegasnya.

Uang Lisa BLACKPINK Sebesar Rp 11,8 Miliar Lenyap, Pelakunya Tak Disangka

Ben Crump, pengacara kepala dari keluarga Floyd, mengatakan autopsi independen dan bukti video memembuktikan, Floyd sudah tewas ketika ia masih berbaring di jalan dengan polisi di atasnya.

Keluarga Floyd juga meminta agar aksi protes kekerasan yang terjadi di Amerika Serikat untuk segera diakhiri.

"George meninggal karena ia membutuhkan napas, menghirup udara," kata Crump.

"Saya memohon Anda semua untuk bergabung dengan keluarganya dalam mengambil napas-mengambil napas untuk keadilan, mengambil napas untuk perdamaian. "

VIDEO: Tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, 679 WNI ABK MV Westerdam Dievakuasi

Pembunuhan Berlapis

Dikutip Tribunnews.com dari cbsnews.com, awalnya Derek Chauvin didakwa pasal pembunuhan berlapis, yakni tingkat kedua dan ketiga.

Rekaman CCTV saat George Floyd ditangkap polisi kemudian digelandang hingga diinjak lehernya. Kematian warga kulit hitam itu memicu kerusuhan di sejumlah kota di AS.
Rekaman CCTV saat George Floyd ditangkap polisi kemudian digelandang hingga diinjak lehernya. Kematian warga kulit hitam itu memicu kerusuhan di sejumlah kota di AS. (Kompas TV)

Pembunuhan tingkat kedua masuk kategori pembunuhan tidak berencana.

Sementara tiga anggota polisi lain yang saat itu diam saja melihat Derek Chauvin membunuh George Floyd sudah dipecat tanpa dakwaan.

Pihak pengacara yakin, Derek Chauvin memang ada niatan untuk membunuh.

"Kami pikir bahwa (Chauvin) ada niatan (untuk membunuh)," tegas Crump.

"Karena tak hanya semenit dua menit, tapi lebih dari delapan menit, nyaris sembilan menit dia menindih (Floyd) dengan lutut padahal (Floyd) sudah memohon dilepas karena tak bisa bernapas," terangnya.

Dwi Sasono Mengakui Kesalahannya, Vino Bastian: Dia Bersalah Tapi Bukan Penjahat Apalagi Koruptor

Crump melihat apa yang dilakukan Derek Chauvin bukan lagi sekadar menangkap seseorang yang melakukan aksi kriminal, di mana George Floyd awalnya ditangkap karena penggunaan uang palsu.

Prosedur penangkapan George Floyd sudah menyalahi aturan pihak kepolisian hingga menyebabkan nyawa melayang.

Crump yakin pada sidang selanjutnya Derek Chauvin bisa didakwa dengan pasal pembunuhan tingkat satu atau pembunuhan berencana.

"Atas dasar apa, ini sudah bukan tentang menahan seorang pria yang tertelungkup dan terborgol yang bahkan tidak menunjukkan ancaman, tapi pada niat yang disengaja untuk membahayakan orang lain," paparnya.

"Jika itu berakibat kematian, setiap jaksa di Amerika akan menyebut, ini adalah pembunuhan tingkat pertama," imbuhnya.

Batalkan Keberangkatan Jemaah Haji, Ketua Komisi VIII DPR: Menteri Agama Melanggar Undang-undang!

Pernah Bekerja di kantor yang sama

Crump juga menyinggung latar belakang George Floyd dan Derek Chauvin yang pernah bekerja sebagai petugas keamanan di tempat yang sama.

"Ini akan menjadi aspek yang menarik dalam kasus dan semoga bisa menaikkan dakwaan menjadi pembunuhan tingkat satu karena kami yakin dia (Chauvin) tahu siapa George Floyd," harap Crump.

George Floyd dan Derek Chauvin Bekerja Bersama 17 Tahun

George Floyd dan petugas polisi yang membunuhnya, Derek Chauvin, ternyata pernah bekerja bersama selama 17 tahun.

Keduanya sama-sama pernah menjadi petugas keamanan atau satpam di sebuah klub di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat.

Pukul 11.30 Kemacetan Parah di Kantor Samsat Jakarta Timur Jl Di Panjaitan Menuju Cawang

Dikutip Tribunnews.com dari kstp.com, hal ini diungkapkan oleh pemilik klub sekaligus restoran El Nuevo Rodeo, Maya Santamaria.

Santamaria menjadi pemilik bangunan klub itu hampir 20 tahun.

Namun ia menjualnya beberapa bulan lalu.

Santamaria menjelaskan, dulunya, George Floyd dan Derek Chauvin bekerja bersama di waktu yang sama pula.

Yang membedakan hanyalah penempatan kerja mereka di bangunan klub itu.

"Mereka bekerja bersama di waktu yang sama, hanya saja Chauvin berjaga di luar sedangkan satpam lainnya (termasuk George Floyd) bekerja di dalam," ungkap Santamaria.

Meski George Floyd dan Derek Chauvin bekerja bersama selama belasan tahun, Santamaria tak tahu pasti bagaimana hubungan keduanya.

Pasalnya, Santamaria mempekerjakan belasan petugas keamanan di tempat itu.

BERTELEPON sambil Jalan Kaki akan Dikenai Hukuman, Mulai Diberlakukan 1 Juli 2020 di Jepang

Awalnya, Santamaria tak percaya ketika temannya memberitahu, George Floyd dalam video detik-detik kematiannya adalah pegawainya dahulu.

"Temanku mengirimkan (video) dan berkata, 'Ini orang yang dulu pernah bekerja untukmu', lalu kubilang 'Ini bukan dia'," ujar Santamaria.

Rekaman CCTV saat George Floyd ditangkap polisi kemudian digelandang hingga diinjak lehernya. Kematian warga kulit hitam itu memicu kerusuhan di sejumlah kota di AS. (Kompas TV)
"Lalu ketika aku close up (perbesar video) dan aku berkata 'Oh ya Tuhan, ini benar dia'."

"Aku tidak mengenali George sebagai petugas keamanan kami yang dulu karena ia tampak berbeda saat terbaring seperti itu," sambungnya.

Dewan Kota Minneapolis, Andrea Jenkins, dalam wawancaranya dengan MSNBC juga mengungkapkan hal serupa.

Bahwa pelaku pembunuhan dan korbannya pernah bekerja bersama selama 17 tahun.

Ibadah Haji 2020 Batal, Pemerintah Akan Kembalikan Uang BPIH Calon Jemaah Haji

"Di restoran bernama El Nuevo Rodeo, George Floyd dulu bekerja di restoran itu, dan petugas polisi Chauvin, mereka berdua bekerja di restoran itu selama 17 tahun," terang Jenkins.

"Jadi, polisi Chauvin tahu George, mereka teman kerja dalam waktu yang lama," sambungnya.

(Tribunnews.com/Ifa Nabila)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Hasil Autopsi Independen: George Floyd Meninggal Karena Dibunuh, Penulis: Srihandriatmo Malau

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved