Kamis, 9 April 2026

PSBB Jakarta

Cegah Penularan Covid-19, MRT Terapkan Kebijakan Baru

Penumpang MRT diimbau untuk tidak berbicara. Baik itu berbicara secara langsung dan berbicara dengan menggunakan handphone

Editor: Dodi Hasanuddin
MRT Jakarta
Penumpang MRT Jakarta saat berada di dalam kereta, Senin (23/3/2020). Tampak jumlah penumpang yang sedikit. Penumpang juga telah menerapkan social distancing. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Untuk mencegah penularan Covid-19, PT MRT Jakarta (Perseroda) menerapkan kebijakan baru.

Penumpang MRT diimbau untuk tidak berbicara. Baik itu berbicara secara langsung dan berbicara dengan menggunakan handphone selama berada di dalam kereta.

"Selain kewajiban penggunaan masker pada lingkungan MRT Jakarta, para penumpang diimbau untuk tidak melakukan percakapan, baik secara langsung dengan penumpang lain atau secara tidak langsung melalui telepon genggam," kata Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta Muhamad Kamaluddin, Selasa (2/6/2020).

VIDEO: Jelang New Normal, Selasa Sore 2 Juni 2020 Lalu Lintas Jalan Rasuna Said Kuningan Lancar

Ogah Bayar Denda, Pedagang Mainan di Pasar Gembrong Pilih Nurut Permintaan Satpol PP Tutup Tokonya

Temukan Pelanggaran PSBB, Satpol PP Tutup Toko Mainan Pasar Gembrong

4 Alasan LetDa Hyper Pensiun dari Free Fire, Trending 2 Youtube, Pepet Keke Bukan Boneka

 

Kamaluddin menyampaikan bahwa imbauan tidak melakukan percakapan itu disampaikan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Sebab,  virus corona umumnya ditularkan melalui tetesan droplet yang dihasilkan orang terinfeksi Covid-19 saat batuk, bersin, dan  berbicara.

"Hal ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan dan menjaga hygiene seluruh penumpang," tutur Kamaluddin.

MRT Minta Perusahaan Atur Ulang Jam Masuk Kerja

Sementara itu, manajemen PT Moda Raya Transportasi ( MRT) meminta perusahaan mengatur ulang jam masuk kerja.

Hal tersebut diminta untuk mengantisipasi kepadatan penumpang jika new normal diberlakukan.

Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta, Muhammad Kamaluddin, menjelaskan, pihaknya telah berkomunikasi dengan manajemen gedung di sepanjang jalur MRT untuk menerapkan kebijakan flexible working hours.

"Sehingga, penumpang tidak akan padat di jam 7 sampai 9 pagi saja, tetapi tersebar jika jam kerjanya fleksibel, misalnya perkantoran sekitar mulai bekerja ada yang jam 10 pagi," ujarnya ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (28/5/2020).

New Normal, Balita Dilarang Naik KRL, Lansia Dibatasi Waktu Naik KRL, Simak Penjelasannya

VIDEO: Traffic Report Jelang New Normal, Selasa Sore Jalan Daan Mogot Ramai Lancar

Produksi Logam Dasar Lampaui Target, Perusahaan Tambang Zinc Cetak Laba Bersih Rp 178,8 Miliar

Haji 2020 Resmi Dibatalkan, Calon Haji yang Tertunda Berangkat Tahun Ini Didoakan Panjang Umur

 

Menurut dia, frekuensi kedatangan MRT juga kemungkinan besar akan ditambah pada saat tatanan normal baru diberlakukan.

Penambahan itu akan dilakukan pada jam sibuk dan hari kerja sehingga kepadatan penumpang di dalam rangkaian bisa dihindari.

"Tetapi, ini menunggu arahan dari Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta," ungkapnya.

Kamaluddin mengatakan, MRT Jakarta juga masih belum menentukan apakah akan mengoperasikan kembali sejumlah stasiun yang ditutup selama masa PSBB.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved