Kamis, 21 Mei 2026

Kerusuhan di AS

Derek Chauvin dan George Floyd Sama-sama Pernah Bekerja Sebagai Satpam, Mengapa Chauvin Membunuhnya?

Pengacara keluarga George Floyd, Benjamin Crump, menyebut tindakan pembunuhan yang dilakukan Derek Chauvin adalah pembunuhan berencana.

Tayang:
cnn.com
George Floyd dan Derek Chauvin. Publik tahunya Floyd dibunuh Chauvin dengan cara diinjak lehernya hingga 8 menit sampai tewas. Ternyata keduanya pernah bekerja sebagai satpam di lokasi yang sama. 

WARTAKOTALIVE.COM, MINNESOTA - Mantan perwira polisi Derek Chauvin kini didakwa pembunuhan berlapis  warga kulit hitam bernama George Floyd.

Namun tak banyak yang tahu, keduanya pernah bekerja di tempat yang sama sebagai petugas keamanan.

Yang diketahui publik saat ini adalah tewasnya George Floyd memicu kerusuhan di beberapa kota di Amerika Serikat, bahkan hingga Eropa.

Gawat, Demonstrasi Memprotes Kematian George Floyd di AS Merambat ke Eropa Hingga Kanada

Artis Hollywood Ikut Protes Kematian George Floyd, Ada Ariana Grande dan Model Emily Ratajkowski

Pengacara keluarga George Floyd, Benjamin Crump, menyebut tindakan pembunuhan yang dilakukan Derek Chauvin adalah pembunuhan berencana.

Pasalnya, Derek Chauvin dan George Floyd disebut saling kenal, dan aksi penangkapan Floyd pada Senin (25/5/2020) berlangsung beberapa menit hingga akhirnya ia tewas.

Proses Derek Chauvin menindih leher George Floyd dengan lutut yang berlangsung beberapa menit hingga tewas itu memunculkan anggapan ada unsur kesengajaan.

Akhir Kisah Pernikahan Model Cantik dengan Miliader Berusia 81 Tahun, Mengapa Hanya Tahan 2 Tahun?

Pembunuhan Berlapis

Dikutip Tribunnews.com dari cbsnews.com, awalnya Derek Chauvin didakwa pasal pembunuhan berlapis, yakni tingkat kedua dan ketiga.

Pembunuhan tingkat kedua masuk kategori pembunuhan tidak berencana.

Tangkapan layar yang menampilkan wajah Derek Chauvin saat menginjak leher George Floyd dengan lututnya, pada Rabu (27/5/2020) di Minneapolis, Amerika Serikat. Chauvin dikenal sebagai polisi bermasalah, yang sudah 10 kali menjadi subyek pengaduan.
Tangkapan layar yang menampilkan wajah Derek Chauvin saat menginjak leher George Floyd dengan lututnya, pada Rabu (27/5/2020) di Minneapolis, Amerika Serikat. Chauvin dikenal sebagai polisi bermasalah, yang sudah 10 kali menjadi subyek pengaduan. (DAVID HIMBERT/HANS LUCAS via REUTERS)

Sementara tiga anggota polisi lain yang saat itu diam saja melihat Derek Chauvin membunuh George Floyd sudah dipecat tanpa dakwaan.

Pandemi Covid-19, Renan da Silva Habiskan Waktu dengan Keluarga: Terkadang Saya Masak untuk Mereka

Pihak pengacara yakin, Derek Chauvin memang ada niatan untuk membunuh.

"Kami pikir bahwa (Chauvin) ada niatan (untuk membunuh)," tegas Crump.

"Karena tak hanya semenit dua menit, tapi lebih dari delapan menit, nyaris sembilan menit dia menindih (Floyd) dengan lutut padahal (Floyd) sudah memohon dilepas karena tak bisa bernapas," terangnya.

Layanan Perpanjangan SIM Dibuka Terapkan Protokol Kesehatan, Polri Tetap Beri Dispensasi

Crump melihat apa yang dilakukan Derek Chauvin bukan lagi sekadar menangkap seseorang yang melakukan aksi kriminal, di mana George Floyd awalnya ditangkap karena penggunaan uang palsu.

Prosedur penangkapan George Floyd sudah menyalahi aturan pihak kepolisian hingga menyebabkan nyawa melayang.

Crump yakin pada sidang selanjutnya Derek Chauvin bisa didakwa dengan pasal pembunuhan tingkat satu atau pembunuhan berencana.

Pemrotes kematian George Floyd membakar mobil-mobil di Minneapolis, Jumat 29 Mei 2020
Pemrotes kematian George Floyd membakar mobil-mobil di Minneapolis, Jumat 29 Mei 2020 (AFP/SCMP)

"Atas dasar apa, ini sudah bukan tentang menahan seorang pria yang tertelungkup dan terborgol yang bahkan tidak menunjukkan ancaman, tapi pada niat yang disengaja untuk membahayakan orang lain," paparnya.

Sudah 14.500 Kendaraan Diputar Balik Polda Metro Jaya, Karena Tak Miliki SIKM

"Jika itu berakibat kematian, setiap jaksa di Amerika akan menyebut, ini adalah pembunuhan tingkat pertama," imbuhnya.

Pernah Sama-Sama Bekerja Sebagai Satpam

Crump juga menyinggung latar belakang George Floyd dan Derek Chauvin yang pernah bekerja sebagai petugas keamanan di tempat yang sama.

"Ini akan menjadi aspek yang menarik dalam kasus dan semoga bisa menaikkan dakwaan menjadi pembunuhan tingkat satu karena kami yakin dia (Chauvin) tahu siapa George Floyd," harap Crump.

George Floyd dan Derek Chauvin Bekerja Bersama 17 Tahun

Citra Kirana Suka Beli Tas Mahal Akibat Pengaruh Teman di Dunia Hiburan

George Floyd dan petugas polisi yang membunuhnya, Derek Chauvin, ternyata pernah bekerja bersama selama 17 tahun.

Keduanya sama-sama pernah menjadi petugas keamanan atau satpam di sebuah klub di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat.

Dikutip Tribunnews.com dari kstp.com, hal ini diungkapkan oleh pemilik klub sekaligus restoran El Nuevo Rodeo, Maya Santamaria.

Santamaria menjadi pemilik bangunan klub itu hampir 20 tahun.

Namun ia menjualnya beberapa bulan lalu.

Sophia Latjuba Ungkap Sosok Dwi Sasono Sebenarnya Hingga Mendoakan Bisa Berkumpul Bersama Keluarga

Santamaria menjelaskan, dulunya, George Floyd dan Derek Chauvin bekerja bersama di waktu yang sama pula.

Yang membedakan hanyalah penempatan kerja mereka di bangunan klub itu.

"Mereka bekerja bersama di waktu yang sama, hanya saja Chauvin berjaga di luar sedangkan satpam lainnya (termasuk George Floyd) bekerja di dalam," ungkap Santamaria.

Meski George Floyd dan Derek Chauvin bekerja bersama selama belasan tahun, Santamaria tak tahu pasti bagaimana hubungan keduanya.

Tanpa Lipstik Naomi Campbell Tak Bisa Beraktivitas

Pasalnya, Santamaria mempekerjakan belasan petugas keamanan di tempat itu.

Awalnya, Santamaria tak percaya ketika temannya memberitahu, George Floyd dalam video detik-detik kematiannya adalah pegawainya dahulu.

"Temanku mengirimkan (video) dan berkata, 'Ini orang yang dulu pernah bekerja untukmu', lalu kubilang 'Ini bukan dia'," ujar Santamaria.

Rekaman CCTV saat George Floyd ditangkap polisi kemudian digelandang hingga diinjak lehernya. Kematian warga kulit hitam itu memicu kerusuhan di sejumlah kota di AS.
Rekaman CCTV saat George Floyd ditangkap polisi kemudian digelandang hingga diinjak lehernya. Kematian warga kulit hitam itu memicu kerusuhan di sejumlah kota di AS. (Kompas TV)

"Lalu ketika aku close up (perbesar video) dan aku berkata 'Oh ya Tuhan, ini benar dia'."

"Aku tidak mengenali George sebagai petugas keamanan kami yang dulu karena ia tampak berbeda saat terbaring seperti itu," sambungnya.

Dewan Kota Minneapolis, Andrea Jenkins, dalam wawancaranya dengan MSNBC juga mengungkapkan hal serupa.

Guna Menjaga Daya Tahan Tubuh dan Menghilangkan Stres Sophia Latjuba Rajin Yoga

Bahwa pelaku pembunuhan dan korbannya pernah bekerja bersama selama 17 tahun.

"Di restoran bernama El Nuevo Rodeo, George Floyd dulu bekerja di restoran itu, dan petugas polisi Chauvin, mereka berdua bekerja di restoran itu selama 17 tahun," terang Jenkins.

"Jadi, polisi Chauvin tahu George, mereka teman kerja dalam waktu yang lama," sambungnya.

(Tribunnews.com/Ifa Nabila)

 Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul George Floyd Ternyata Pernah Jadi Rekan Kerja Derek Chauvin, Polisi yang Membunuhnya, 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved