Breaking News:

Beberapa Hari Terakhir Cuaca Panas dan Gerah, Begini Penjelasan BMKG

Masyarakat mengeluhkan kondisi gerah dan panas dalam beberapa hari terakhir.

bulzzhit.blogspot.com
Ilustrasi terik matahari. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Masyarakat mengeluhkan kondisi gerah dan panas dalam beberapa hari terakhir.

Terkait hal tersebut, berikut ini penjelasan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Menurut Herizal, Deputi Bidang Klimatologi BMKG, suasana gerah secara meteorologis disebabkan suhu udara yang panas disertai kelembapan udara yang tinggi.

Sambut New Normal, Kementerian Perhubungan Bakal Naikkan Tarif Angkutan Darat

Kelembapan udara yang tinggi menyatakan jumlah uap air yang terkandung pada udara.

Semakin banyak uap air yang dikandung dalam udara, maka akan semakin lembap udara tersebut.

Dan apabila suhu meningkat akibat pemanasan matahari langsung karena berkurangnya tutupan awan, suasana akan lebih terasa gerah.

Laki-laki 63,30 Persen Rentan Meninggal Akibat Covid-19, Wanita 36,70 Persen

Laporan pencatatan meteorologis suhu maksimum udara (umumnya terjadi pada siang atau tengah hari) di Indonesia dalam 5 hari terakhir, berada dalam kisaran 34 - 36°C.

Beberapa kali suhu udara >36°C tercatat terjadi di Sentani, Papua.

Di Jabodetabek, pantauan suhu maksimum tertinggi terjadi di Soekarno/Hatta 35°C, Kemayoran 35°C, Tanjung Priok 34,8°C, dan Ciputat 34,7°C.

Ini Kriteria Daerah yang Bakal Terapkan New Normal, Wilayah Bebas Covid-19 Juga Termasuk

Demikian juga wilayah lain di Jawa, siang hari di Tanjung Perak suhu udara terukur 35°C.

Halaman
123
Editor: Yaspen Martinus
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved