Senin, 4 Mei 2026

Beberapa Hari Terakhir Cuaca Panas dan Gerah, Begini Penjelasan BMKG

Masyarakat mengeluhkan kondisi gerah dan panas dalam beberapa hari terakhir.

Tayang:

Udara panas gerah juga lebih terasa bila hari menjelang hujan.

Karena, udara lembap melepas panas laten dan panas sensibel yang menambah panasnya udara akibat pemanasan permukaan oleh radiasi matahari.

Perkembangan musim kemarau hingga Pertengahan Mei 2020 menunjukkan 35% wilayah Zona Musim (ZOM) sudah memasuki musim kemarau.

Pilkada di Masa Pandemi, KPU Usulkan Alat Coblos Mirip Tusuk Gigi dan Tinta Tetes Atau Semprot

Di antaranya sebagian besar wilayah di NTT dan NTB, sebagian Jawa Timur bagian selatan, dan sebagian Jawa Tengah bagian utara dan timur.

Lalu, sebagian Jawa Barat bagian utara dan timur serta Bekasi bagian utara, Jakarta bagian utara, dan sebagian daerah Papua dan Maluku.

Masyarakat diimbau tidak panik dengan suasana gerah yang terjadi, tetapi tetap perlu menjaga kesehatan dan stamina sehingga tidak terjadi dehidrasi dan iritasi kulit.

Kapolri Hingga Jokowi Kena Imbas, Terdakwa Penyerang Novel Baswedan Merasa Bersalah

Banyak minum dan makan buah segar sangat dianjurkan.

Termasuk, memakai tabir surya sehingga tidak terpapar langsung sinar matahari yang berlebih, dan lebih banyak berdiam dirumah pada saat pemberlakuan PSBB.

"Terus ikuti pembaharuan informasi BMKG terkait perkembangan musim, informasi prediksi cuaca dan iklim."

"Indeks kualitas udara, dan kadar sinar ultraviolet matahari yang baik dan merusak bagi tubuh kita," papar Herizal, dikutip dari laman bmkg.go.id. (*)

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved