Kamis, 16 April 2026

Virus Corona

Waduh, Definisi New Normal Jokowi Berbeda dengan Profesor Hermanto J Siregar

Definisi New Normal Jokowi Berbeda dengan Profesor Hermanto J Siregar. New Normal Adalah titik keseimbangan baru, bukan menurunkan kurva covid-19

Editor: Dwi Rizki
Twitter @MataNajwa
Presiden Joko Widodo (Jokowi) di acara Mata Najwa, Rabu (22/4/2020). Saat ini Jokowi memutuskan menaikkan iuran BPJS Kesehatan. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Perbedaan definisi new normal antara pemerintah dengan kalangan akademisi terlihat dari berbedanya pandangan antara Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dengan Profesor Hermanto J Siregar.

Dalam paparannya, Profesor Hermanto J Siregar yang merupakan Profesir Ekonomi IPB menjelaskan new normal merupakan titik keseimbangan baru dalam kurva pandemi covid-19.

Titik keseimbangan yang dipaparkannya muncul ketika kurva pandemi covid-19 mencapai puncaknya dan menurun.

Sehingga membentuk garis sejajar dengan garis normal sebelum covid-19 mewabah di Indonesia.

Namun, berbeda dengan Profesor Hermanto J Siregar, pemerintah justru menyimpulkan new normal merupakan upaya penyelamatan ekonomi sekaligus pencegahan penyebaran virus corona.

Sehingga, sejalan dengan membaiknya roda perekonomian, kurva pandemi covid-19 di Indonesia pun semakin menurun.

Turunkan Kurva

Harapan tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang meminta jajarannya untuk melakukan sosialisasi secara masif mengenai new normal di tengah pandemi Covid-19.

"Saya minta protokol beradaptasi dengan tatanan normal baru yang sudah disiapkan oleh Kemenkes ini disosialisasikan secara masif kepada masyarakat," kata Jokowi dikutip dari Kompas.com pada Rabu (27/5/2020).

Jokowi menyebutkan, sosialisasi yang masif akan membuat masyarakat lebih memahami apa yang harus dilakukan saat beraktivitas di luar rumah.

Misalnya, mulai dari menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, hingga soal larangan berkerumun.

Hal itu untuk menghindari penularan virus corona atau Covid-19.

Jokowi Buka Mall Sambut New Normal, Ustaz Haikal Hassan Tegaskan Belanja di Warung Sebelah Rumah

"Kalau sosialisasi ini betul-betul bisa kita lakukan secara masif, saya yakin kurva betul-betul bisa kita turunkan. Dan ini sudah kita lihat di beberapa provinsi bisa kita kerjakan," kata Jokowi.

Sementara itu, menurut Jokowi, pemerintah akan menempatkan personel TNI dan Polri di tempat-tempat umum.

Hal itu untuk memastikan masyarakat mengikuti protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran Covid-19.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved