Sabtu, 2 Mei 2026

PSBB Jakarta

Ini Indikator yang Harus Dipenuhi Pemda Bila Ingin Menerapkan New Normal

Ada tiga indikator yang diberikan oleh Tim Gugus Tugas penanganan Virus Corona di Indonesia kepada pemerintah daerah.

Tayang:
Editor: Dodi Hasanuddin
Biro Pers/Setpres - Muchlis Jr
Presiden Joko Widodo didampingi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis memberi penjelasan saat meninjau kesiapan penerapan prosedur standar tatanan baru atau new normal di sarana publik di Stasiun MRT di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2020). 

"Menurut saya ini kalau mau dilaksanakan, tanggal 5 sebagai prediksi seperti yang direncanakan tentu ini menurut saya harus hati-hati."

"Ini terlalu berani lah untuk sampai ke sana," ujar Trubus.

Padahal penyebaran Covid-19 terhitung masih tinggi.

"Terlalu berani untuk sampai ke sana, karena kan penyebaran Covidnya sekarang masih tinggi," imbuhnya.

Menurutnya perlu aturan yang detail dalam penerapan The New Normal.

Apalagi di pusat-pusat keramaian seperti mall.

"Kalau misalnya kita belum mempersiapkan secara matang, artinya secara detail misalnya di mal ini aturan-aturan secara jelas, secara rinci misalnya itu kan nanti malah menimbulkan kerumunan."

"Orang akan mengantri misalnya untuk membayar saja harus mengantri," ujarnya.

TETAP WASPADA, Sudah 37 Korban Covid-19 Tewas di Rumah, Jenazahnya Diurus Timsus Polda Metro Jaya

Setelah 2 Kali Mangkir, Irwansyah Siap Memberikan Kesaksian di Pengadilan Tipikor, Kasus Apa?

UPP PKB Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu Beroperasi di Hari Pertama Dapat Rp 1,9 Miliar.

Waduh, Definisi New Normal Jokowi Berbeda dengan Profesor Hermanto J Siregar

 

Terkait The New Normal akan tetap melibatkan TNI dan Polri, menurutnya hal itu tetap sulit dilaksanakan.

Pasalnya tataran The New Normal berkaitan dengan kesadaran masyarakat.

"Kalau misalnya dengan penjagaan yang ketat, kemudian protokol tetapi persoalannya kan di tataran itu kesadaran masyarakat."

"Jadi siapa yang mengawasi kesadaran masyarakat bagaimana? Ini kan perlu sosialisasi. perlu komunikasi, dan perlu edukasi terus menerus," jelasnya.

Jika The New Normal diterapkan tanpa ada sosialisasi mendalam ditakutkan justru akan bertentangan dengan tujuan awal untuk memotong penyebaran Virus Corona.

"Kalau misalnya kemudian tiba-tiba dibuka tanpa sosialisasi yang terus menerus dan mendalam komprehensif, saya rasa akan sulit malah jadinya kontraproduktif dengan yang selama ini kita perjuangkan yaitu memutus mata rantai Covid," kata dia.

Sehingga, ia meminta agar pemerintah jangan gegabah memberlakukan suatu aturan.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved