Breaking News:

PSBB Jakarta

Ini Indikator yang Harus Dipenuhi Pemda Bila Ingin Menerapkan New Normal

Ada tiga indikator yang diberikan oleh Tim Gugus Tugas penanganan Virus Corona di Indonesia kepada pemerintah daerah.

Editor: Dodi Hasanuddin
Biro Pers/Setpres - Muchlis Jr
Presiden Joko Widodo didampingi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis memberi penjelasan saat meninjau kesiapan penerapan prosedur standar tatanan baru atau new normal di sarana publik di Stasiun MRT di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemerintah Indonesia akan menerapkan tatanan hidup baru atau new normal di tengah pandemi Covid-19.

Namun hal itu tentunya harus melalui pertimbangan yang matang sebelum benar-benar diterapkan.

 Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah meninjau persiapan penerapan New Normal di Stasiun MRT Jakarta, Selasa (26/5/2020).

Dilansir TribunWow.com dari tayangan Youtube KompasTV, Rabu (27/5/2020), ada tiga indikator yang diberikan oleh Tim Gugus Tugas penanganan Virus Corona di Indonesia.

Pertama adalah dari aspek epidemologi yakni berkaitan dengan data kasus Corona.

Setiap daerah boleh melakukan New Normal ketika grafik atau kurva kasus Corona mengalami penurunan sebesar 50 persen.

Penurunan tersebut terjadi selama 2 minggu sejak terjadinya puncak terakhir.

Kemudian untuk jumlah orang dalam pantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) mengalami penurunan, termasuk juga kasus meninggal.

Dan sebaliknya, jumlah pasien sembuh harus mengalami peningkatan.

Indikator kedua adalah dari aspek Surveilans kesehatan masyarakat.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved