Virus Corona

Masker Medis Berlebih di Pasar Pramuka, Sejak Pemerintah Luncurkan Gerakan Menggunakan Masker Kain

Anjuran Pemerintah agar warga menggunakan masker kain, membuat permintaan akan masker medis menurun drastis.

Dok GV
Masker kain merek GV 

WARTAKOTALIVE.COM, MATRAMAN -- Sejak pemerintah menganjurkan masyarakat menggunakan masker kain, permintaan masker medis di Pasar Pramuka langsung menurun drastis.

Sebulan telah berlalu sejak anjuran di bulan April itu, kini tidak ada lagi aksi saling desak-desakan, aksi borong masker medis di pasar yang beralamat di Jalan Raya Pramuka, Kecamatan Matraman Jakarta Timur ini.

Yoyon, Pengurus Himpunan Pedagang Farmasi Pasar Pramuka, bersama salah satu pedagang masker di Pasar Pramuka, Sabtu (23/5/2020).
Yoyon, Pengurus Himpunan Pedagang Farmasi Pasar Pramuka, bersama salah satu pedagang masker di Pasar Pramuka, Sabtu (23/5/2020). (Warta Kota/Rafsanjani Simanjorang)

Yoyon (52), Pengurus Himpunan Pedagang Farmasi Pasar Pramuka mengatakan, masyarakat sudah beralih ke masker kain dan tidak mengutamakan masker medis.

"Masker medis saat ini sudah berlebih, tak ada kekurangan stok, tidak ada lagi yang membeli masker, dan penjualan sudah sepi. Masyarakat juga sudah tahu lebih aman memakai masker kain," ujarnya kepada Warta Kota, Sabtu (23/5/2020).

Dia pun mengapresiasi masyarakat yang beralih ke masker kain, karena sesuai dengan peruntukan masker medis yakni bagi petugas medis.

Yoyon menceritakan betapa "hebatnya" anjuran Pemerintah itu. Sehari setelah anjuran masker kain itu disampaikan, keesokan harinya penjualan masker langsung alami penurunan.

Ada pun harga masker di Pasar Pramuka saat ini sekira Rp180.000 hingga Rp 200.000 per boks, dengan isi 50 lembar.

Masih mahal

"Namun ada satu masker, bermerek Sensi, yang masih mahal karena masih tinggi permintaannya. Sampai saat ini masih sekira Rp 300.000 - 400.000 per boks. Walaupun tergolong normal, tetapi dibandingkan merek lain tentu itu berbeda. Padahal merek lain juga bagus," tambahnya.

Begitu pula dengan masker jenis N95, saat ini juga sepi permintaan bahkan cenderung tidak laku. Situasinya bertolak belakang dengan awal Maret lalu, yang harganya mencapai Rp 2 juta per boks.

Yoyon memastikan saat ini kondisi penjualan dan harga masker sudah kembali ke kategori normal, tak ada kenaikan harga seperti bulan Maret lalu.

Disinggung dengan kemungkinan peluang para spekulan menjual kembali maskernya ke Pasar Pramuka, Yoyon mengatakan tak dapat memastikannya.

"Namanya peluang pasti ada ya, spekulan pasti ada rencana, dan mengambil kesempatan walaupun merugi. Tapi kami tak tahu mereka lewat jalur mana," tutupnya. (m21)

Tribunnews dan Cardinal Berikan Bantuan 2.000 Masker Kain ke Pemkot Bekasi

Kapan yang Tepat Pemakaian Masker Bedah dan Masker Kain? Simak Penjelasan Dokter Spesialis Paru Ini

8 SERUAN Gubernur Anies Baswedan Terbaru, dari Mewajibkan Pakai Masker hingga Cara Cuci Masker Kain

Penulis: Rafzanjani Simanjorang
Editor: AC Pinkan Ulaan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved