Virus Corona

Sarang Corona Terbesar Diprediksi Bukan di China atau AS, Tapi di Amazon, Begini Penjelasannya

Ini prediksi agak berbeda seputar virus corona atau covid-19.cSarang penyakit mematikan itu kelak bukan di China atau di AS tapi Hutan Amazon

AFP/chaniago
Hutan Amazon saat terjadi kebakaran beberapa tahun lalu. Hutan ini diprediksi akan menjadi pusat virus baru, termasuk virus corona. 

Para peneliti mengatakan urbanisasi daerah yang dulu liar, berkontribusi terhadap munculnya penyakit zoonosis- yang berpindah dari hewan ke manusia, termasuk Virus Corona.

Warga Depok Dilarang Ziarah Kubur di Momen Idul Fitri 1441 H, TPU Hanya Dibuka untuk Pemakaman

Apalagi Virus Corona diyakini para ilmuwan berasal dari kelelawar sebelum ditularkan ke manusia di provinsi Hubei yang mengalami urbanisasi.

Lapola, yang mempelajari bagaimana aktivitas manusia akan membentuk kembali ekosistem hutan tropis di masa depan, mengatakan bahwa proses yang sama juga berlaku di Amazon.

"Amazon adalah tempat penyimpanan virus yang sangat besar," katanya kepada AFP dalam sebuah wawancara.

"Sebaiknya kita tidak main-main," tandasnya.

 BST Tahap I Tersalurkan 60 Persen, Mensos Tegaskan Distribusi Bansos Tak Menunggu Semuanya Sempurna

Hutan hujan terbesar di dunia itu menghilang dengan kecepatan yang mengkhawatirkan.

Tahun lalu, di tahun pertama pemerintahan Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, deforestasi di Amazon Brazil melonjak 85 persen, menjadi lebih dari 10.000 kilometer persegi (3.900 mil persegi) - sebuah wilayah yang hampir seukuran Lebanon.

Tren ini sepertinya akan terus berlanjut tahun ini.

Delapan Kali Kebanjiran Akibat Tanggul Jebol, Warga BSI Bojongsari Depok Merasa Tak Diperhatikan

Dari Januari hingga April, 1.202 kilometer persegi dihilangkan, menetapkan rekor baru untuk empat bulan pertama tahun ini, menurut data berdasarkan gambar satelit dari National Space Research Institute (INPE) Brasil.

Itu adalah berita buruk, tidak hanya untuk planet ini tetapi untuk kesehatan manusia, kata Lapola, yang memegang gelar PhD dalam pemodelan sistem bumi dari Max Planck Institute di Jerman dan bekerja di University of Campinas di Brasil.

Baca: Para Ahli Akhirnya Temukan Rahasia Penyebab Virus Corona Menyebar dengan Cepat, Ternyata karena Ini

Baca: Menristek Bambang Brodjonegoro Ungkap Fakta Penyebab Kasus Virus Corona Tak Kunjung Turun, Apa Itu?

Pemuda Pancasila Bentrok dengan Pendekar PSHT di Bekasi, Sepeda Motor dan Sejumlah Bangunan Rusak

"Ketika Anda menciptakan ketidakseimbangan ekologis ... saat itulah virus dapat melompatdari hewan ke manusia," katanya.

HIV, Ebola, demam berdarah

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved