PPDB

PPDB Tingkat SD dan SMP Negeri Kota Bekasi Dibuka Akhir Juni 2020, Seluruhnya Pendaftaran Online

Pelaksanaan Penerimaa Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SD dan SMP dibuka Akhir Juni pakai pendaftaran online

Warta Kota/Muhammad Azzam
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatulah menjelaskan pelaksanaan PPDG Kota Bekasi akhir Juni 2020 ini. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI -- Pelaksanaan Penerimaa Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Bekasi siap dibuka pada pekan ketiga di Juni 2020.

Proses pendaftarannya juga dilakukan online secara menyeluruh.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatulah mengatakan ada sejumlah perbedaan pada pelaksaan PPDB tahun 2020 ditengah Pandemi Covid-19.

Pemkot Bekasi Perketat Pengawasan Pasar Tradisional dan Pusat Perbelanjaan Jelang Lebaran

Kampung Ini Seminggu Dua Kali Kebanjiran Akibat Kali Bekasi Meluap Imbas Hujan Deras di Bogor

Biasanya tingkat SD dilakukan secara offline atau tatap muka. PPDB tahun 2020, dilakukan secara online.

"Kalau SMP dari tahun lalu memang sudah online. Kita hindarkan pertemuan tatap muka," kata Inay kepada Wartakota, pada Rabu (20/5/2020).

Inay menerangkan semua proses dilakukan secara online, mulai pengisian data, penyertaan berkas, maupun pengecekan wilayah zonasi.

Ini Alasan Mengapa Ariel Noah Betah Menduda Hingga 12 Tahun, Mudah-mudahan Secepatnya Nikah?

Hal itu juga sesuai Surat Edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020, terkait mekanisme pelaksanaan PPDB yang mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"Bertujuan mencegah perkumpulan siswa dan orangtua secara fisik di sekolah. Jika ada yang tidak mengerti nanti ada nomor yang dapat dihubungi," imbuh dia.

Dipindahkan ke Nusakambangan karena Pendukungnya Rusuh, Bahar Smith Dibandingkan dengan Ahok

Untuk petunjuk teknis tak jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Menurut Inay, hanya ada perbedaan pada jumlah kuota zonasi yang awalnya 80 persen berubah menjadi 50 persen.

Persentase itu dialihkan untuk kuota prestasi dan lainnya.

"Yang ditambah kuota prestasinya, yang dulu kan 5-10 persen sekarang bisa 20 persen," tutur dia.

Survei Tiga Roda Konsultan: 51,8 Persen Responden Ragukan Data Kasus Covid-19 Versi Pemerintah

Meski diwajibkan seluruhnya dilakukan secara online, kata Inay, ada sejumlah hal yang harus dilakukan secara tatap muka. Seperti pindah rayon yang harus diurus berkasnya di Kantor Dinas Pendidikan Kota Bekasi.

"Sebenarnya semuanya sudah bisa online, kecuali yang pindah rayon. Tapi kita tetap sediakan ruang di sekolah bagi alami kendala atau tidak mengerti. Nanti bisa ke sekolah kita aturan terapkan protokol kesehatan. Tapi saya yakin ngerti semua," ungkap dia.

Inay menambahkan saat ini petunjuk teknis (juknis) lengkapnya masih tahap finalisasi, masih ada pembahasan bersama Dewan Pendidikan, Komisi IV bidang pendidikan, dan unsur lain.

Pramugari Bikin Petisi THR Belum Cair, Maskapai Batik Air Blak-blakan Beri Penjelasan Soal Tunda THR

"Yang jelas kita teknisnya sama dengan tahun lalu, cuman bedanya SDN jadi online daftarnya. Dan dihindarkan tidak ada tatap muka," papar dia. (MAZ)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Wito Karyono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved