Breaking News:

Virus Corona Jabodetabek

Ditertibkan Satpol PP, PKL Tanah Abang: 3 Hari Saja Dibolehkan kenapa Sih? Ini Urusan Perut, Pak!

Pasar Tanah Abang kembali ramai jelang Lebaran di tengah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Yaspen Martinus
WARTA KOTA/JOKO SUPRIYANTO
Satpol PP Jakarta Pusat menertibkan PKL Pasar Tanah Abang yang masih bandel membuka lapak dan kios mereka di tengah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Selasa (19/5/2020). 

WARTAKOTALIVE, TANAH ABANG - Pasar Tanah Abang kembali ramai jelang Lebaran di tengah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Bahkan, para pedagang dan pembeli pun seakan tak mematuhi aturan physical distancing, walaupun sebagian dari mereka menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker.

Melihat kondisi ini, Satpol PP Jakarta Pusat pun kembali turun tangan menertibkan para pedagang.

Bukan Pelonggaran, Pemerintah Bakal Lakukan Pengurangan PSBB

Mereka diimbau dan didata, hingga diminta menulis surat pernyataan.

Beberapa di antara mereka (pedagang) sempat melayangkan protes kepada para petugas di lokasi.

Mereka beralasan berdagang karena urusan perut, apalagi sebentar lagi Lebaran.

Satpol PP Jakarta Pusat menertibkan PKL Pasar Tanah Abang yang masih bandel membuka lapak dan kios mereka di tengah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Selasa (19/5/2020).
Satpol PP Jakarta Pusat menertibkan PKL Pasar Tanah Abang yang masih bandel membuka lapak dan kios mereka di tengah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Selasa (19/5/2020). (WARTA KOTA/JOKO SUPRIYANTO)

"Pak cobalah, 3 hari saja dibolehkan, kenapa sih? Ini urusan perut, pak," kata seorang pedagang berlogat Sumatera, Selasa (19/5/2020).

Keberadaan puluhan petugas di Pasar Tanah Abang ini sempat membuat aktivtas pedagang yang tadinya ramai, mulai menurun.

Beberapa pedagang akhirnya menutup ruko, agar tidak ditindak petugas Satpol PP.

Agar Ekonomi Berputar Saat Pandemi Covid-19, Pemerintah Diminta Berikan Uang Tunai Ketimbang Sembako

Namun langkah yang dilakukan Satpol PP ini sia-sia.

Sebab, sekitar pukul 12.30 WIB setelah petugas Satpol PP pergi dari lokasi, para pedagang kembali bermunculan, bahkan mendirikan stan di area trotoar.

Dengan leluasa mereka kembali berjualan setelah para petugas pergi.

Ini Pola Hidup 4 Sehat 5 Sempurna di Masa Pandemi Covid-19, Bakal Disosialisasikan Pemerintah

Rahmat (44), salah satu pedagang menyatakan, kondisi seperti ini terjadi setiap hari.

"Ya emang begini kalau (Satpol PP) udah pada pulang, ya buka lagi."

"Namanya urusan perut, kalau enggak dagang, enggak jualan, emang mereka mau kasih duit? Kan enggak," tuturnya.

Penanganan Pandemi Covid-19, Mardani Ali Sera Beri Nilai 4 untuk Pemerintah Pusat, 8 untuk Pemda

Sebelumhya, pemerintah Kota Jakarta Pusat kembali menertibkan PKL dikawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2020).

Penertiban dilakukan menginggat kondisi Pasar Tanah Abang Jatibaru masih ramai.

Pantauan Wartakotalive.com, meski kemarin sempat ditertibkan petugas, hal ini tidak menyurutkan mereka untuk kembali membuka ruko maupun lapak-lapak di atas trotoar.

KISAH Pasien 02 Berjuang Lawan Covid-19, Sempat Nyaris Tak Punya Harapan dan Melihat Jalan Pulang

Para pedagang sejak pagi sudah kembali menggelar lapaknya, bahkan para pengujung yang datang pun juga kembali ramai, sehingga sempat terjadi kepadatan.

Terlebih, di lorong-lorong ruko Pasar Tanah Abang Jatibaru.

Tak berselang lama, Pemkot Jakarta Pusat bersama Satpol PP Jakarta Pusat melakukan penertiban sekaligus imbauan kepada para pedagang yang masih membuka ruko maupun menggelar lapak di area trotoar.

LIMA Provinsi Catat Kasus Covid-19 di Atas Seribu, Aceh Paling Sedikit Terpapar

Beberapa pedagang yang menjual barang dagangan yang berada di trotoar pun tak luput dari razia petugas, beberapa barang mereka pun juga diangkut ke truk milik Satpol PP.

Sementara, beberapa ruko yang tetap beroperasi di tengah PSBB pun juga dilakukan imbauan, serta pendataan dan surat pernyataan, dan mereka akhirnya mematuhi imbauan petugas dan menutup lapak.

Asisten Pemerintahan Kota Jakarta Pusat Denny Ramdany, mengatakan penertiban ini dilakukan sebagai rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19, sebab sejak beberapa hari kemarin Tanah Abang kembali ramai.

Minta Jokowi Tak Keluarkan Diksi yang Bingungkan Rakyat, Partai Demokrat: Ada Kalanya Diam Itu Emas

"Hari ini kami gabungan dari Pemerintah Kota Jakarta Pusat dengan Satpol PP Jakarta Pusat, kegiatannya masih dalam rangka menekan Covid-19 di wilayah Jakarta Pusat."

"Terutama menghalau pedagang di Tanah Abang," katanya, Selasa (19/5/2020).

Dalam penertiban ini, pihaknya melakukan imbauan sekaligus menggebah agar para PKL tidak turun ke jalan hingga membuat kerumunan.

DKM di Zona Hijau Kota Bekasi Wajib Ajukan Izin Sebelum Gelar Salat Id di Masjid Atau Lapangan

Sebab, hal itu akan memperbesar penyebaran Covid-19.

Pihaknya mengaku kondisi Pasar Tanah Abang kembali ramai.

Untuk itu, ia menindak tegas para pedagang yang membandel di tengah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Marak Pencurian Data, Begini Solusi Tingkatkan Keamanan Sistem

"Ya namanya ketertiban umum itu tidak pernah selesai."

"Tapi sekali lagi kami selaku aparat konsisten menerapkan SOP."

"Kita penanganan dan penghalauan, apabila diperlukan kita lakukan penertiban," ucapnya.

Hari Keluarga Internasional Bersama SOS Children’s Villages Indonesia, Setiap Anak Butuh Seseorang

Denny mengaku tak segan menindak para pedagang yang tetap memandel dengan melakukan tindakan.

Ia mengimbau para pedagang dan pembeli tetap menjalankan PSBB.

"Kita mengingatkan kembali dan pedagang yang bandel akan kami lakukan tindakan hari ini."

"Pokoknya kalau mereka tidak bisa dikasih tahu, kita tindak," tegasnya. (*)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved