Sabtu, 9 Mei 2026

Demam Berdarah

Waspada Demam Berdarah dan Virus Corona, Dinkes Kota Bekasi Ajak Warga Berperilaku Bersih dan Sehat

Saat menghadapi masalah pandemi virus corona, masyarakat juga harus waspada demam berdarah pada masa pancaroba ini.

Tayang:
Penulis: Muhammad Azzam |
Warta Kota/Muhammad Azzam
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tanti Rohilawati 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Saat ini masih terjadi pandemi virus corona atau Covid-19 di Kota Bekasi.

Meski begitu, masyarakat juga harus waspada demam berdarah yang juga terus mengintai.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi Tanti Rohilawati, demam berdarah dengue (DBD)  terus mengancam keselatan jiwa saat memasuki masa musim pancaroba ini.

Oleh karena itu, harus melakukan antisipasi dan meminta warga waspada demam berdarah.

"Engga lepas kita pengawasan DBD ditengah Covid-19, memeng tetap perlu perhatian kami, pihak rumah sakit, dan masyarakat," ujar Tanti,  Sabtu (16/5/2020).

Saat Hadapi Pandemi Virus Corona, 7 Warga Kabupaten Tangerang Jadi Korban Jiwa Demam Berdarah

Suty Karno Sakit Demam Berdarah, Maudy Koesnaedi dan Cornelia Agatha Mendoakan Supaya Segera Sembuh

Upaya  pencegahan demam berdarah, Dinas Kesehatan tetap melakukan penyuluhan kepada warga terkait pemberantasan sarang nyamuk (PSN) da nmelakukan fogging.

Masyarakat juga diminta berperilaku hidup bersih dan sehat untuk membantu mencegah demam berdarah.

"Makanya untuk antisipasi mewaspadai, saat ini akan memperbanyak lakukan fogging penyuluhan kepada masyarakat berperilaku untuk hidup bersih dan sehat," katanya.

"Dan ingat lakukan PSN dan jadi juru pamantau jentik sendiri di rumahnya," ucapnya lagi.

Namun,  Tanti belum bisa menyajikan data demam berdarah karena masih harus direkapitulasi.

Andrea Dian Positif Corona, Awalnya Didiagnosa Mengidap Demam Berdarah

Awas, Kasus Demam Berdarah di RSUD Kota Bekasi Mulai Meningkat, Ada 149 Kasus hingga Maret 2020

Dia menduga, angka kasus demam berdarah cukup tinggi sehingga harus menjadi kewaspadaan masyarakat Kota Bekasi.

"PSN harus tetap diperhatian, dilakukan, karena DBD ada lagi kasusnya cukup lumayan tinggi, meski tidak setinggi Covid-19 atau kasus DBD tahun lalu. Tapi tetap harus diperhatikan," ucapnya.

Peningkatan kasus DBD ini, kata Tanti, mulai dirasakan sejak April 2020 atau musim pancaroba peralihan dari hujan ke musim kemarau.

Seluruh rumah sakit di Kota Bekasi, baik RSUD, rumah sakit pemerintah maupun swasta diminta tetap memerhatikan kasus DBD ini.

87 Kasus Demam Berdarah di Tangsel Didominasi Orang Dewasa, Wakil Wali Kota Tangsel: Belum KLB

Dua dari 87 Warga Terjangkit Demam Berdarah Meninggal Dunia, Pemkot Tangsel Ogah Disalahkan

Serta melakukan penanganan secara baik meskipun sedang menghadapi masalah pandemi virus corona.

"Covid-19 ini yang dilihat trombosit . Ada hubungannya juga dengan DBD, ini bisa rancu juga tau tau dinyatakan positif. Maka diagnosa harus dilakukan dengan baik," ucap Tanti Rohilawati.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved