Virus Corona
Survei LSI Denny JA, Indonesia Normal Kembali Juni 2020 Asalkan Patuh Lima Kisi-kisi Hasil Riset LSI
Survei LSI Denny JA, Indonesia Normal Kembali Juni 2020 Asalkan Patuh Lima Kisi-kisi Hasil Riset LSI. Apa saja kisi-kisinya?
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sudah kurang lebih lima minggu, sejak pertama kali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan di Indonesia, aktivitas warga dan bisnis dibatasi penuh.
Kini data nasional menunjukan bahwa tren penambahan kasus baru terlihat mulai mendatar (statis) di kurva, di sejumlah wilayah justru trennya mulai menurun.
Namun, sebaliknya dampak negatif terhadap ekonomi memuncak.
Data menunjukan peningkatan jumlah pengangguran dan penurunan pertumbuhan ekonomi nasional.
Hal tersebut diungkapkan Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Ikrama Masloman merupakan salah satu kesimpulan penting dari riset yang dilakukan oleh LSI Denny JA.
Riset yang dilakukan dengan metode kualitatif dari tiga sumber data, yakni Data Gugus Tugas, Data Worldometer, dan data WHO.
• Ingin Belanja Sayur Online di Tengah Pandemi Covid-19? Coba Perhatikan 6 Tips Praktis Berikut Ini
Dalam riset, LSI Denny JA menemukan bahwa Indonesia telah memenuhi syarat untuk membuka kembali aktivitas warga dan ekonomi.
Namun tak bisa dilakukan secara serentak dan harus dilakukan secara bertahap.
"Karena grafik kasus setiap wilayah berbeda-beda, setelah PSBB diberlakukan," ungkap Ikrama Masloman dalam siaran tertulis pada Jumat (16/5/2020).
"Wilayah yang sudah layak dibuka kembali termasuk Jakarta yang merupakan pusat ekonomi dan bisnis Indonesia," tambahnya.
• Suka Makan Gorengan Berlebih saat Buka Puasa Ramadan? Ini Efeknya untuk Kulit dan Tumor Otak
Dengan demikian lanjutnya, pelonggaran PSBB diharapkan tidak berakibat pada makin terpaparnya masyarakat terhadap penyakit covid-19.
Dibukanya kembali PSBB bertujuan agar masyarakat bisa kembali beraktifitas.
Tiga Alasan Indonesia Segera Beraktivitas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/peneliti-lingkaran-survei-indonesia-lsi-ikrama-masloman.jpg)