Bulan Suci Ramadan

Suka Makan Gorengan Berlebih saat Buka Puasa Ramadan? Ini Efeknya untuk Kulit dan Tumor Otak

Salah satu hidangan buka puasa yang sangat menggoda selera adalah gorengan, apalagi dalam kondisi hangat atau bahkan panas, fresh the oven istilahnya.

Kompas.com/Thinkstockphotos
Ilustrasi. Bagi Anda penyuka makanan yang digoreng, apalagi saat berbuka puasa namun berlebihan mengonsumsinya, siap-siap mengalami masalah pada kulit dan yang terburuk kanker. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Salah satu hidangan buka puasa Ramadan yang sangat menggoda selera adalah gorengan, apalagi dalam kondisi hangat atau bahkan panas, fresh the oven istilahnya.

Tak heran, para penjual takjil sepanjang bulan suci Ramadan di pinggir jalan atau gang-gang umumnya juga menjajakan gorengan, karena sangat diminati masyarakat.

Pertanyaannya, apa baik dan buruknya sering mengonsumsi gorengan, terutama saat berbuka puasa?

Nah, bagi Anda penyuka makanan yang digoreng, apalagi saat berbuka puasa namun berlebihan mengonsumsinya, siap-siap mengalami masalah pada kulit dan yang terburuk kanker.

Dokter spesialis kulit dari Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta, Arini Astasari Widodo mengatakan, pada makanan yang digoreng ada banyak komponen yang dapat memberikan dampak pada kulit.

Antara lain, salah satunya proses menggoreng itu sendiri.

 Kenapa Presiden Jokowi Tak Pasang Ucapan Duka Cita Wafatnya Jenderal Djoko Santoso, kata Fadli Zon

 BREAKING NEWS Polisi Tangkap Ferdian Paleka, Youtuber Prank Sembako Isi Sampah ke Waria

 Ini Wajah Memelas Ferdian Paleka Ditangkap Polisi saat akan Kabur di Tol Tangerang-Merak

 Ini Cerita Tentang Saputri, Istri Pertama Didi Kempot, Pernah Jadi Buruh di Tangerang Biayai Suami

"Proses menggoreng meningkatkan molekul yang dinamakan AGE (advanced glycation end products) yang mengakibatkan kerusakan kolagen dan elastin, sehingga memicu penuaan kulit," kata dia dalam diskusi via daring belum lama ini.

Proses ini juga membutuhkan temperatur yang tinggi, meningkatkan jumlah trans fat, dan membuat vitamin-vitamin yang berada di dalamnya menjadi rusak, termasuk vitamin yang berguna untuk kulit.

Selain itu, proses menggoreng meningkatkan senyawa kimia yang disebut sebagai acrylamide. Acrylamide dapat meningkatkan risiko kanker.

"Trans fat sendiri apabila dikonsumsi dalam jumlah yang banyak dapat meningkatkan respons peradangan, termasuk dapat terjadi pada kulit, sehingga kulit menjadi lebih sensitif terjadi inflamasi (radang). Hal ini perlu diwaspadai pada seseorang dengan kulit sensitif, bakat eksim atau autoimun," papar Arini.

Halaman
1234
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved