Jumat, 1 Mei 2026

Anies Sebut Indeks Pembangunan Manusia DKI 2019 Naik 0,29 Persen

Menurut indikator sosial, jumlah penduduk miskin DKI Jakarta pada tahun 2019 tercatat sebesar 362.300 orang atau 3,42 persen dari total penduduk DKI.

Tayang:
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Mohamad Yusuf
Warta Kota/Desy Selviany
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam wawancara khusus dengan Wartakotalive.com pada Selasa (14/4/2020) lewat video conference. (Desy Selviany) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membeberkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) DKI Jakarta tahun 2019 naik 0,29 persen.

Pada tahun 2019 tercatat sebesar 80,76 persen meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 80,47 persen dan merupakan IPM tertinggi di Indonesia.

Hal ini mengindikasikan adanya kesempatan masyarakat di DKI Jakarta untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, pendidikan dan peningkatan pendapatan yang semakin membaik.

Hal itu dikatakan Anies saat rapat paripurna dengan DPRD DKI Jakarta dalam penyampaian Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Gubernur DKI Jakarta Tahun Anggaran 2019 pada Selasa (12/5/2020).

Saat itu hadir Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi dan empat Wakil Ketua DPRD yakni Zita Anjani, Mohamad Taufik, Abdurrahman Suhaimi dan Misan Samsuri.

“Menurut indikator sosial, jumlah penduduk miskin DKI Jakarta pada tahun 2019 tercatat sebesar 362.300 orang atau 3,42 persen dari total penduduk DKI Jakarta,” kata Anies.

 Pesawat Jatuh di Danau Sentani Setelah Dua Menit Lepas Landas, Ini Kronologi dari Pihak Kemenhub

 Anies mulai Beri Sanksi Pelanggar PSBB, Ditlantas Polda Metro Pelajari Sejauh mana Kewenangan Polisi

 President University: Dampak Covid-19 terhadap Industri Hukum di Indonesia

 Tangis Haru Orangtua Ferdian Paleka Dkk Pecah saat Bertemu di Mapolrestabes Bandung, Usai Bully-an

Anies mengatakan untuk indikator ekonomi, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2019 mencapai Rp 2.840,33 triliun.

Terjadi peningkatan sebesar 9,27 persen dibandingkan dengan tahun 2018 sebesar Rp 2.599,33 triliun. Pada tahun 2019 perekonomian Provinsi DKI Jakarta tumbuh sebesar 5,89 persen.

“Tingkat inflasi di DKI Jakarta selama tahun 2019 tercatat sebesar 3,23 persen atau lebih rendah 0,04 persen dari tahun lalu yang sebesar 3,27 persen,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Anies menjelaskan realisasi APBD Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp 62,3 triliun atau 83,08 persen.

Rinciannya realiasi pajak daerah sebesar Rp40,29 triliun dan dana perimbangan sebesar Rp14,49 triliun.

Sementara itu, realiasi belanja daerah TA 2019 sebesar Rp 64,96 triliun atau 83,44 persen dan meningkat sebesar 1,66 persen dibandingkan tahun 2018 sebesar 81,78 persen.

 Hasil Autopsi, Jenazah Perempuan di Rumah Kontrakan Parung Panjang Dipastikan Korban Pembunuhan

 Penumpang Pesawat dari Luar Negeri Kini tidak Masuk Terminal, tapi Dibawa ke Asrama Haji Jakarta

Kemudian untuk Pembiayaan Daerah, bahwa Penerimaan Pembiayaan dapat direalisasikan sebesar Rp 11,76 triliun atau 98,92 persen dari target sebesar Rp 11,89 triliun.

Sedangkan untuk Pengeluaran Pembiayaan yang dapat direalisasikan adalah sebesar Rp 7,92 triliun atau 87,67 persen dari rencana sebesar Rp 9,03 triliun. (faf)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved