Virus Corona Jabodetabek

Anies Baswedan: Gubernur Jakarta Ngga Ada Urusan Ramalan Kapan Pandemi Virus Corona Berakhir

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku bahwa dirinya tidak mengetahui kapan pandemi virus corona atau Covid-19 akan berakhir.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
Istimewa
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku bahwa dirinya tidak mengetahui kapan pandemi virus corona atau  Covid-19 akan berakhir.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI itu menyerahkan persoalan tersebut kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Sementara itu, kata Anies Baswedan,  Pemprov DKI Jakarta terus melakukan penanganan dan penanggulangan Covid-19.

“Nah berapa lama ini yang akan kita hadapi? Wallahu A’lam (Dan Allah lebih tahu), nggak ada yang tahu (kecuali Allah)," kata Anies Baswedan saat menerima bantuan untuk korban terdampak pandemi virus corona dari PT Repower Asia Tbk, Selasa (5/5/2020).

BP Jamsostek Gelontorkan Bantuan Beras Total 28,75 Ton untuk DKI Jakarta dan Kepulauan Seribu

BPJAMSOSTEK Kebon Sirih Salurkan Bantuan ke Pemkot Jakarta Pusat

Dia mengatakannya hal tersebut ketika ditanya tentang prediksi kapan berakhir pandemi virus corona.

"Kalau ada menyebut bulan-bulan tertentu, silakan. Tapi Gubernur Jakarta tidak punya urusan ramal-meramal,” katanya lagi.

Pemberian bantuan itu dipublikasikan melalui akun YouTube Pemprov DKI Jakarta, Rabu (6/5/2020).

Menurut Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta dalam pandemi virus corona bertugas mengamankan dan memastikan kebutuhan rakyat.

Terutama bagi yang tidak memiliki penghasilan aman, sekaligus menjamin tenaga kesehatan dengan baik.

Di Masa PSBB, BPJAMSOSTEK Wilayah Jakarta Selatan Berikan Bantuan Dua Ton Beras

Sandiaga Uno Bagikan Paket Sembako, Ketua RT 06/22 Suryadi Senang Warganya Mendapat Bantuan

“Di Jakarta, alhamdulillah kapasitas fasilitas yang kami miliki memungkinkan untuk menangani Covid-19. Di Jakarta ada 190 rumah sakit, yang hari ini menangani Covid-19 ada 172 rumah sakit,” ujarnya.

Berdasarkan catatannya, jumlah kamar yang disiapkan untuk pasien Covid-19 ada 3.600 unit. Sampai sekarang, kata dia, kamar-kamar itu belum dipenuhi pasien.

Begitu pula fasilitas Intensive Care Unit (ICU) yang dimiliki DKI Jakarta. Dari 1.200 ICU yang disiapkan, dipakai hanya 900-an unit.

“Jadi kapasitas yang kami miliki itu semua dialokasikan di awal. ICU disipkan 1.200 dialikasikan supaya tidak menggeser orang (mengalihkan pasien),” kata Anies Baswedan.

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved