Hari Buruh
Duduk Perkara Demo di Hari Buruh Berujung Pembakaran dan Penjarahan Pabrik, 11 Orang Ditangkap
Hari buruh sedunia atau mayday yang di sebagian besar wilayah Indonesia tanpa diwarnai unjuk rasa, ternyata berbeda dengan di Halmahera Tengah
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Hari buruh sedunia atau mayday yang di sebagian besar wilayah Indonesia tanpa diwarnai unjuk rasa, ternyata berbeda dengan di Halmahera Tengah.
Sebagian besar buruh tak melakukan unjuk rasa terkait pandemi virus corona.
Sementara itu ratusan buruh dari PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah (Halteng), Maluku Utara, menggelar aksi May Day, Jumat (1/5/2020).
• MENOLAK Ikut Demo Buruh Tangerang Dikeroyok Hingga Bibirnya Pecah, Polisi Tetapkan Empat Tersangka
• KSPI Batal Gelar Demo Buruh di Depan Istana Negara, Ini Kata Said Iqbal
Para buruh yang mengatasnamakan diri mereka Forum Perjuangan Buruh Halteng (FPBH) bahkan melakukan pembakaran serta penjarahan.
Ratusan buruh PT IWIP ini ricuh ketika menyampaikan tuntutan mereka di depan kantor IWIP.
Kericuhan dimulai dari saling dorong dengan sekuriti perusahaan, hingga akhirnya terjadi pelemparan dan pembakaran warung makan, serta perusakan fasilitas kantor dan alat berat milik perusahaan.
• Liga 1 2020 Dihentikan, Pemain Persebaya Rachmat Irianto Kembali Geluti Hobi Piara Ikan Cupang
Sejumlah kendaraan roda dua, roda tiga, dan alat berat rusak.
Kapolres Halmahera Tengah AKBP Nico Setiawan ketika dikonfirmasi menjelaskan, kericuhan dilakukan sekelompok orang yang memanfaatkan para buruh.
Atas aksi itu, polisi menangkap 11 orang yang diduga provokator, penjarah, dan pelaku perusakan.
• Pesenam Rifda Irfanalutfi Patok Target Tinggi di PON dan SEA Games Tahun Depan
“Tadi juga Kapolda, sejumlah pejabat polda turun langsung ke IWIP dan melakukan dialog dengan pihak PT IWIP, pemda,” kata Kapolres saat dihubungi,
“Aksi ini tidak ada izin. Yang aksi sesungguhnya yaitu dari serikat pekerja berupa doa bersama yang akan dilaksanakan jam 11.00 tadi dan itu batal karena aksi ini,” kata Nico menambahkan.
Nico mengatakan, sekelompok orang yang memanfaatkan aksi itu diduga eks karyawan yang di-PHK dan sekelompok mahasiswa.
Saat ini situasi sudah kondusif. Pihaknya menyiagakan 1 peleton dari Polres Halmahera Tengah, 1 kompi Brimob Polda Malut, serta 40 personel dari Kodim untuk mengamankan kantor IWIP.
Adapun yang menjadi tuntutan massa aksi saat peringatan May Day, yaitu menolak Omnibus Law dan PHK berkedok jeda di PT IWIP.
• Pesenam Rifda Irfanalutfi Patok Target Tinggi di PON dan SEA Games Tahun Depan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/demo-buruh-ricuh-a.jpg)