Hari Buruh

Duduk Perkara Demo di Hari Buruh Berujung Pembakaran dan Penjarahan Pabrik, 11 Orang Ditangkap

Hari buruh sedunia atau mayday yang di sebagian besar wilayah Indonesia tanpa diwarnai unjuk rasa, ternyata berbeda dengan di Halmahera Tengah

Editor: Wito Karyono
Kompas TV
Demo buruh berakhir ricuh dengan pembakaran dan penjarahan, 11 buruh yang diduga provokator ditangkap. 

Adapun yang menjadi tuntutan massa aksi saat peringatan May Day, yaitu menolak Omnibus Law dan PHK berkedok jeda di PT IWIP.

Pesenam Rifda Irfanalutfi Patok Target Tinggi di PON dan SEA Games Tahun Depan

Para buruh juga meminta agar perusahaan memenuhi hak maternitas buruh perempuan, mengembalikan izin resmi untuk buruh, serta menuntut PT IWIP melakukan lockdown perusahaan selama masa pandemi Covid-19.

Tuntutan lainnya, buruh meminta perusahaan membayar upah pokok mereka 100 persen, menghentikan karantina buruh di bandara PT IWIP, serta meminta agar perusahaan memberlakukan delapan jam kerja.

Para buruh juga menuntut pemenuhan K3, menghentikan diskriminasi terhadap buruh TKA dan memenuhi kesejahteraan buruh TKA, serta berhenti mengeluarkan memo sepihak tanpa ada perundingan dengan para buruh.

BERITA FOTO: KAI Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Pandemi Covid-19

Sempat Demo di DPRD Maluku Utara

Para karyawan terlibat aksi saling lempar dengan petugas pengamanan perusahaan.

Mereka juga merusak fasilitas perusahaan dengan membakar salah satu bangunan di area pertambangan.

Dalam aksinya para karyawan menyesalkan sikap manajemen perusahaan, karena dianggap membuat aturan kerja yang membebankan para karyawan, serta pembayaran upah pekerja yang tidak sesuai dengan peraturan.

KPK Tangkap Kalapas Sukamiskin, Syarifuddin Sudding Dorong Usut Tuntas Skandal Suap di Lapas

Akibat aksi unjuk rasa yang berujung ricuh ini satu gedung perusahaan terbakar dan satu unit mobil dan motok milik perusahan rusak parah.

Puluhan buruh yang tergabung dalam kesatuan perjuangan rakyat juga menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Maluku Utara.

Dalam aksinya, buruh menyuarakan penolakan terkait rancangan Undang Undang Omnibus Law Cipta Kerja, yang dinilai akan menyengsarakan kaum buruh.

Massa juga meminta agar pengusaha tidak melakukan pemutusan hubungan kerja kepada karyawan di tengah pandemi virus Corona.

Ini 7 Makanan yang Direkomendasi Saat Sahur, Kenyang di Perut Bisa Bertahan Lama

Selama berunjuk rasa, massa tetap menjaga jarak aman berdiri dengan jarak sekitar satu meter, dan menggunakan masker, untuk menghindari risiko penularan virus Corona.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Peringatan May Day Diwarnai Pembakaran, Kantor Dirusak dan Dijarah",  Penulis : Kontributor Ternate, Fatimah Yamin

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved