Berita Tangerang

MENOLAK Ikut Demo Buruh Tangerang Dikeroyok Hingga Bibirnya Pecah, Polisi Tetapkan Empat Tersangka

Jajaran Polresta Tangerang menetapkan empat orang tersangka terkait kasus pengeroyokan buruh.

Penulis: Andika Panduwinata | Editor: Andy Pribadi
KOMPAS.com/M ZAENUDDIN
Ribuan Mahasiswa melakukan aksi demo di Depan Gedung DPR/MPR, Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (23/9/2019). Mereka menolak pengesahan RKUHP. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Andika Panduwinata

TIGARAKSA, WARTAKOTALIVE.COM - Jajaran Polresta Tangerang menetapkan empat orang tersangka terkait kasus pengeroyokan buruh.

Seorang buruh bernama Eros (40) dari PT Ikad, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang mengalami luka serius akibat dikeroyok oleh para pelaku lantaran menolak diajak ikut aksi unjuk rasa soal RUU Omnibus Law Cipta Kerja.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kapolresta Tangerang, Kombes Ade Ary Syam Indradi.

Ia menjelaskan sebelumnya pihaknya mengamankan 10 orang dan saat ini telah menetapkan empat orang di antaranya menjadi tersangka.

"Korban mengalami luka memar. Bibirnya pecah dan giginya tanggal," ujar Ade saat dijumpai di Mapolresta Tangerang, Kamis (5/3/2020).

Menurutnya penetapan empat tersangka ini berdasarkan hasil pemeriksaan intensif.

Polisi juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi dan menggelar olah tempat kejadian perkara.

"Sudah ada 4 orang kami tetapkan menjadi tersangka. Mereka di antaranya IH, MS, JM dan JS," ucapnya.

Keempat orang ini merupakan oknum buruh yang melalukan sweaping ke pabrik - pabrik saat menggelar demo.

Mereka pun mempunyai peran masing - masing ketika mengeroyok korban.

"Tersangka IH mencoba memukul korban dari depan.

"Sedangkan Mzs perannya menarik baju korban dan berusaha untuk memukulnya," kata Ade.

"Lalu JM melemparkan plang besi parkir ke arah pabrik, kemudian mendorong gerbang perusahaan.

"Tersangka JS mendorong korban di bagian dada," sambungnya.

Ade mengungkapkan bahwa oknum buruh ini meminta agar perusahaan itu menyetop kegiatan produksi.

Padahal sudah dijelaskam bahwa PT Ikad ini tidak bisa menghentikan mesinnya begitu saja, karena sudah dioperasikan dan sudah mengirimkan perwakilannya dalam aksi unjuk rasa.

"Akibat perbuatannya itu tersangka dijerat Pasal 170 tentang kekerasan secara bersama - sama. Ancaman hukumannya penjara 7 tahun," ungkap Kapolres. (dik)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved