Novel Baswedan Diteror
Pernah Bilang Novel Baswedan Ditarget, Kuasa Hukum Minta Pengadilan Periksa Iwan Bule di Persidangan
Saor Siagian, kuasa hukum Novel Baswedan, menilai Komjen Pol M Iriawan (Iwan Bule) perlu diminta keterangannya.
WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Saor Siagian, kuasa hukum Novel Baswedan, menilai Komjen Pol M Iriawan (Iwan Bule) perlu diminta keterangannya.
Hal itu karena nama Iwan Bule disebut penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut dalam sidang lanjutan kasus penyiraman air keras di PN Jakarta Utara.
"Menurut saya, sangat relevan dari awal kita mendorong betul supaya nama ini dari awal muncul."
• Novel Baswedan Ungkap Iwan Bule Sebut Nama Jenderal Polisi Saat Menjenguk di Rumah Sakit
"Bahkan dia juga pernah mengatakan maksudnya Iwan Bule yang menawarkan supaya Novel itu dikawal oleh kepolisian, karena dia ditarget," kata Saor kepada Tribunnews, Jumat (1/5/2020).
Saor menyebut Iwan yang saat kasus itu terjadi menjabat Kapolda Metro Jaya, merupakan penanggung jawab keamanan dan ketertiban di ibu kota.
"Yang mana Saudara Novel bertempat tinggal dan bekerja."
• 4.138 Warga Jakarta Terinfeksi Covid-19, 412 Pasien Sembuh, 381 Meninggal
"Locus dari peristiwa itu kan di bawah kendalinya dia," ujarnya.
Jika Iriawan tidak dimintai keterangan di pengadilan, Saor menyebut ini akan berbahaya.
Ada kelompok-kelompok, kata Saor, yang memanfaatkan lembaga kepolisian ini.
• Ditanya Apakah Pakai Softlens oleh Pengacara Terdakwa, Novel Baswedan: Mata Saya Dicopot Juga Boleh
"Jadi karena ini sudah dinyatakan di persidangan, ini kita harap betul bahwa hakim menggali kebenaran materiel."
"Sehingga terungkap siapa sesungguhnya aktor di belakang dari peristiwa penyiraman air keras," paparnya.
Sebelumnya, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menyampaikan kejadian penting pasca-penyiraman air keras terhadap dirinya.
• Novel Baswedan: Ada Kekuatan Cukup Besar yang Kapolda pun Rasanya Agak Takut
Hal itu ia ungkapkan dalam sidang lanjutan, di mana dirinya menjadi saksi.
Novel Baswedan menyebut setelah diserang, dia menghubungi Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
Tito, kata Novel Baswedan, saat itu berjanji akan menyampaikan kepada jajaran stafnya untuk menindaklanjuti.
• Niat Pulang Kampung dan Bukan Mudik, Rere Terkatung-katung di Ibu Kota Tanpa Pekerjaan
"Tak lama saya dihubungi oleh Pak Kapolda Metro."