Novel Baswedan Diteror

Novel Baswedan Ungkap Iwan Bule Sebut Nama Jenderal Polisi Saat Menjenguk di Rumah Sakit

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menyampaikan kejadian penting pasca-penyiraman air keras terhadap dirinya.

Editor: Yaspen Martinus
Warta Kota/Henry Lopulalan
Penyidik KPK Novel Baswedan saat menjadi saksi dalam sidang kasus perintangan penyidikan perkara korupsi dengan terdakwa Lucas di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (10/1/2019). Sidang dengan terdakwa pengacara dari Eddy Sindoro itu beragendakan mendengarkan keterangan lima orang saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum salah satunya Novel Baswedan. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menyampaikan kejadian penting pasca-penyiraman air keras terhadap dirinya.

Hal itu ia ungkapkan dalam sidang lanjutan, di mana dirinya menjadi saksi.

Novel Baswedan menyebut setelah diserang, dia menghubungi Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Niat Pulang Kampung dan Bukan Mudik, Rere Terkatung-katung di Ibu Kota Tanpa Pekerjaan

Tito, kata Novel Baswedan, saat itu berjanji akan menyampaikan kepada jajaran stafnya untuk menindaklanjuti.

"Tak lama saya dihubungi oleh Pak Kapolda Metro."

"Saat datang pertama kali Pak Kapolda Metro, Pak M Iriawan, rasanya juga ada Ketua KPK Pak Agus Rahardjo," ujar Novel Baswedan di PN Jakarta Utara, Kamis (30/4/2020).

Anies Baswedan Bakal Bagikan 20 Juta Masker untuk Warga Jakarta, Satu Orang Dapat Dua

Pertemuan itu, lanjut Novel Baswedan, terjadi di rumah sakit saat dirinya dirawat.

Iriawan yang biasa disapa Iwan Bule, kala itu menyesalkan peristiwa yang dialam Novel Baswedan.

Dan di saat itulah, Novel Baswedan mengatakan Iriawan sempat menyebut nama petinggi polisi atau jenderal polisi yang dikenal di kalangan polisi.

UPDATE Kasus Covid-19 di Indonesia: 1.391 Pasien Sembuh, 9.771 Orang Terinfeksi, 784 Meninggal

"Beliau seperti merasa kecolongan."

"Beliau menyebut beberapa kali nama orang yang beliau sebut 'jenderal ini'," beber Novel Baswedan.

Namun, Novel Baswedan kemudian menyebut pada 22 Juli 2019, dirinya melakukan perubahan soal Berita Acara Perkara (BAP) dirinya.

Meski Tak Patuhi Protokol PSBB, 27 PMKS di Jakarta Utara yang Terjaring Razia Negatif Covid-19

Hal itu juga berkaitan dengan Kapolda Metro Jaya.

"Soal ralat itu tanggal 22 Maret atau 22 Juli 2019, tim gabungan dari Polri melakukan pemeriksaan terhadap diri saya."

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved