Virus Corona
UPDATE Hari ini Pendaftaran Kartu Prakerja Dimulai, Simak yang Harus Dipahami dan Cara Daftarnya
Sabtu (11/4/2020) ini pemerintah akan membuka pendaftaran Kartu Prakerja 2020 secara online. Pekerja formal dan informal terdampak Covid-19 bisa ikut
Tak hanya pencari kerja dan korban PHK, pekerja formal dan informal yang terdampak Covid-19 juga dapat mendaftarkan diri di laman resmi www.prakerja.go.id mulai 11 April 2020.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sabtu (11/4/2020) ini, pemerintah akan membuka pendaftaran Kartu Prakerja 2020 secara online.
Awalnya, program ini ditujukan untuk pengembangan kompetensi kerja yang ditujukan untuk pencari kerja, pekerja korban PHK, atau pekerja yang membutuhkan peningkatan kompetensi.
Namun program ini semakin krusial untuk diharapkan bisa mengurangi dampak ekonomi setelah adanya wabah Covid-19.
• Gunung Anak Krakatau Meletus: Ungkap Dasyatnya Letusan Krakatau 1883 dengan Misteri Pulau Atlantis
• Penjelasan PVMBG Terkait Dentuman Keras di Jabodatebak Sabtu Dini Hari, Apa Ada Kaitan Krakatau?
Pekerja formal maupun informal yang terdampak Covid-19 dapat mendaftarkan diri di laman resmi www.prakerja.go.id mulai 11 April 2020.
Syarat pendaftar Kartu Prakerja tidak hanya untuk mereka yang sedang mencari pekerjaan, namun juga buruh, karyawan dan pegawai.
Pendeknya, semua warga bangsa yang berusia 18 tahun ke atas dan tidak sedang sekolah atau kuliah, boleh mendaftar.
Namun saat ini Kartu Prakerja juga diprioritaskan untuk para pencari kerja dan pelaku usaha kecil yang terdampak oleh pandemi Covid-19.
• Ingat! Besok Sabtu 11 April Pendaftaran Program Kartu Prakerja Dibuka, Ini Cara Daftarnya
• Kabar baik, Karyawan yang Kena PHK, Dirumahkan atau Gaji Tidak Penuh Bisa Daftar Kartu Prakerja
Kuota 164.000 pendaftar per minggu
Dikutip dari laman prakerja.go.id, Program Kartu Prakerja akan membuka pendaftaran dengan kuota sebanyak 164 ribu orang per-minggunya.
Sementara program tersebut diharapkan bisa menyasar sekitar 5.6 juta pendaftar selama tahun 2020.
Anggaran naik 100 persen
Sebelum munculnya wabah virus corona di Indonesia pemerintah awalnya menyiapkan anggaran untuk Kartu Pra Kerja tahun ini sebesar Rp 10 triliun.
Namun setelah mempertimbangkan dampak ekonomi yang timbul dari adanya wabah corona, maka anggaran program ini ditambah menjadi Rp 20 triliun.
"Tentang Kartu Pra Kerja, anggaran Kartu Pra Kerja dinaikkan dari Rp 10 triliun jadi Rp 20 triliun. Jumlah penerima manfaat menjadi 5,6 juta orang," kata Presiden Joko Widodo dalam konferensi pers secara online, Selasa (31/3/2020) lalu.

Bantuan yang diperoleh
Peserta yang terdaftar nantinya akan menerima bantuan uang sebesar Rp 3.550.000 untuk biaya pelatihan dan insentif.
Dari dana tersebut, rinciannya terdiri dari bantuan pelatihan sebesar Rp 1 juta dan insentif pasca-pelatihan sebesar Rp 600.000 per bulan (untuk empat bulan).