Gunung Anak Krakatau Erupsi
Gunung Anak Krakatau Meletus: Ungkap Dasyatnya Letusan Krakatau 1883 dengan Misteri Pulau Atlantis
Saat Gunung Krakatau meletus dasyat tahun 1883 ternyata mengungkapkan misteri kota Atlantis yang hilang di dalam laut.
Masyarakat, baik yang berada di sisi barat Pulau Jawa atau sisi selatan Pulau Sumatera merasa panik mendengar Gunung Anak Krakatau di Lampung mengalami erupsi, Jumat, 10 April 2020 pukul 21.58 WIB. Letusan gunung tersebut, memunculkan kolam abu dengan ketinggian lebih dari 200 meter.
WARTAKOTALIVE.COM -- Gunung Anak Krakatau di Lampung mengalami erupsi pada 10 April 2020 pukul 21.58 WIB.
Seiring dengan letusan tersebut, muncul kolam abu yang memiliki ketinggian sekitar 200 meter.
Akun Twitter BNPB, @BNPB_Indonesia mengutip laporan letusan tersebut dari KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau.
Masyarakat, baik yang berada di sisi barat Pulau Jawa atau sisi selatan Pulau Sumatera tentu saja merasa panik mendengar kabar tersebut.
Penyebabnya tidak lain adalah riwayat mengerikan dari "Ibu" gunung tersebut, yaitu gunung Krakatau.
Peristiwa letusan Gunung Krakatau 1883 disebut-sebut sebagai salah satu letusan gunung paling dahsyat di Bumi pun dengan tsunami yang disebabkannya (yang masuk daftar tsunami paling mematikan dalam sejarah).
Video detik-detik Gunung Anak Krakatau erupsi, Sabtu (11/4/2020) dinihari.
• BREAKING NEWS: Gunung Anak Krakatau Meletus, 13 Gunung Berapi Indonesia Kini Berstasus Awas-Waspada
Namun, tahukah Anda bahwa meski ini banyak menimbulkan dampak destruktif, letusan Gunung Krakatau ini memiliki manfaat bagi penelitian terkait misteri kota Atlantis.
Bagaimana itu bisa terjadi? Mari kita simak uraiannya dalam dalam artikel berjudul "Menggali Tenggelamnya Atlantis" yang pernah tayang di majalah Intisari edisi April 1994 berikut ini.
Menurut Aristoteles, tulisan Plato tentang Atlantis yang terkenal hanyalah khayalan, suatu benua; atau kerajaan imajiner untuk melukiskan suatu teori politik.
Toh, penjelasan Aristoteles sebenarnya kurang memuaskan.
Atas dasar apa Aristoteles berkata demikian, dan bukti apa yang dikemukakannya, memang tidak pernah disebutkan.
Dengan begitu ucapannya nyaris tidak dianggap sebagai suatu penyangkalan serius yang mendekati kebenaran.
Atlantis yang digambarkan Plato benar-benar hidup dan bukan mitos.
Mitos hampir selalu terdapat di berbagai belahan dunia dengan tema sama.