PSBB DKI Jakarta

5 Fakta PSBB yang Berlaku Hari Ini, Sanksi untuk Pelanggar Hingga Ojol Dilarang Angkut Penumpang

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta resmi mulai berlaku mulai Jumat (10/4/2020) pukul 00.00 WIB. Ada Sanksi pidana untuk pelaku

Wartakotalive.com/Angga Bhagya Nugraha
Suasana kawasan lalu lintas dan perkantoran di Sudirman-Thamrin, sebelum diberlakukan PSBB, Selasa (24/3/2020). Jumat (10/4/2020) PSBB resmi berlaku di Jakarta. 

WARTAKOTALIVE.COM, BALAIKOTA -- Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta resmi mulai berlaku mulai Jumat (10/4/2020) pukul 00.00 WIB.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan, masyarakat yang melanggar selama PSBB dapat dikenakan pidana.

Ia juga memastikan driver ojol dilarang angkut penumpang sesuai peraturan Menteri Kesehatan tentang PSBB. 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat jumpa pers di Balai Kota DKI. Ia sudah resmi umumkan pergub atur PSBB hari ini.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat jumpa pers di Balai Kota DKI. Ia sudah resmi umumkan pergub atur PSBB hari ini. (Wartakotalive.com/Fitriyandi Al Fajri)

Ketentuan-ketentuan tersebut ditegaskan dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 33 tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di DKI Jakarta.

Jumat 10 April 2020 Diberlakukan di Jakarta, Anies Baswedan Terbitkan Pergub Soal PSBB

VIDEO: Anies Baswedan Umumkan Pergub, Sanksi PSBB Penjara 1 Tahun atau Denda Rp 100 Juta

“Pada Pasal 27 dijelaskan, pelanggaran terhadap pelaksanaan PSBB dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan termasuk sanksi pidana,” kata Anies di Balai Kota DKI pada Kamis (9/4/2020) malam.

Berikut 5 Fakta Seputar PSBB DKI Jakarta

1. Hukuman 1 Tahun dan Denda Rp 100 Juta

Anies mengatakan, jenis pidana yang diberikan ada jenjangnya tergantung dari pelanggaran yang dilakukan. Dari pidana ringan dan bila pelanggaran terus dilakukan, petugas akan memberikan hukuman lebih berat lagi.

“Prosesnya nanti kami kerjakan bersama-sama dengan aparat penegak hukum untuk memastikan bahwa seluruh ketentuan ini dilaksanakan,” ujar Anies.

“Termasuk juga ketentuan yang ada di Pasal 93 UU Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, di mana bisa dikenakan sanksi hukuman selama-lamanya setahun dan denda sebesar-besarnya Rp 100 juta,” jelas Anies.

Kisah Putra Siregar, Pengumpul Donasi Terbesar Kalahkan Raffi Ahmad dan Atta Halilintar, Siapa Dia?

Halaman
1234
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Wito Karyono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved