Minggu, 26 April 2026

Berita Video

VIDEO: Pasar Tanah Abang Batal Dibuka pada 6 April Ini

“Sudah diputuskan, untuk pembukaan yang direncanakan pada 6 April kami tunda sementara sampai 19 April,” kata Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Arief

Penulis: Angga Bhagya Nugraha | Editor: Ahmad Sabran
Wartakotalive/Joko Supriyanto
Kondisi terkini Pasar Tanah Abang yang ditutup 

WARTAKOTALIVE.COM, TANAHABANG - Perumda Pasar Jaya batal membuka tiga blok pasar di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Senin (6/4/2020) pagi.

Alasannya, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta itu mengikuti status tanggap darurat yang disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang berlaku sampai Minggu (19/4/2020) mendatang.

“Sudah diputuskan, untuk pembukaan yang direncanakan pada 6 April kami tunda sementara sampai 19 April,” kata Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin berdasarkan keterangan yang diterima pada Minggu (5/4/2020) malam.

Arief mengatakan, Gubernur Anies memberikan teguran keras kepada pihaknya agar Pasar Tanah Abang tetap ditutup. Anies khawatir dibukanya tiga blok pasar yakni Blok A, B dan F ini justru menimbulkan kepadatan pengunjung.

RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran merawat 519 pasien hingga Sabtu (4/4/2020) pagi.

Demikian Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksamana Madya Yudo Margono.

"Perkembangan jumlah pasien rawat inap di RS Darurat hingga pukul 08.00 WIB ada 519 orang. Terdiri dari 334 pria dan 185 wanita," ujar Yudo dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (4/4/2020).

Berbahaya, Kemenkes Tidak Rekomendasikan Penggunaan Bilik Disinfeksi, Simak Penjelasan Ini

Seluruh Bandara Tetap Beroperasi Penuh, PT Angkasa Pura II Turut Siaga Atasi Covid-19

Ini Lagu Menanti Hari, Karya Terakhir Musisi Legendaris Debby Nasution, Hapuskan Rona Masa Lalu

Semua pasien tersebut, kata Yudo, terdiri dari individu yang dinyatakan positif Covid-19, pasien dalam pengawasan (PDP), dan orang dalam pemantauan (ODP).

Yudo lalu merinci data pasien yang dirawat tersebut. Dari data itu, tercatat jumlah pasien positif Covid-19 bertambah 12 orang.

"Sehingga total pasien positif Covid-19 yang dirawat (di RS Darurat) menjadi 254 orang," ujar dia.

Kemudian, pasien PDP bertambah 10 orang sehingga total ada 190 orang yang dirawat di RS Darurat.

"Lalu, Jumlah pasien ODP bertambah 1 orang sehingga jumlah pasien ODP yang dirawat di sana menjadi 75 orang," ucap Yudo.

Wacana Yasonna Terkabul, Ini Daftar Koruptor Kondang Berpeluang Bebas, dari Setnov hingga OC Kaligis

Wacana Yasonna Bebaskan Koruptor karena Covid-19, BW: Siapa Sahabat Koruptor, Siapa yang Melawan

Dilaporkan Nikahi Anak Usia 7 Tahun, Polisi Berencana Panggil Syekh Puji, Ini Bantahannya

RS Darurat Covid-19 telah beroperasi sejak pukul 17.30 WIB, Senin (23/3/2020) lalu.

Dari lokasi tersebut, terdapat dua lokasi yang dijadikan rumah sakit dadakan, yakni di Tower VII yang saat ini telah beroperasi dan mampu menampung 1.700 orang.

Kemudian, Tower VI yang mampu menampung 1.300 pasien.

Dengan begitu, RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran dapat menampung 3.000 pasien dari dua tempat tersebut.

Ingat, Mulai 6 April Lusa Token Listrik Gratis Bisa Diakses Lewat WhatsApp, Begini Caranya

Ketua IPW Neta S Pane: Napi Korupsi Tak Rawan Terpapar Virus Corona Jadi Tak Perlu Dibebaskan

WP KPK Tolak Wacana Yasonna Bebaskan Koruptor dengan Alasan Wabah Covid-19, Ini Alasannya

RS Darurat Corona Pulau Galang

Sebelumnya diberitakan Wartakotalive.com, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan Rumah Sakit Darurat Corona di Pulau Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau siap dioperasikan.

Rencananya rumah sakit berlokasi di Kelurahan Sijantung, Kecamatan Galang, Batam, Provinsi Kepulauan Riau tersebut akan siap digunakan pada hari Senin (6/4/2020) mendatang.

"Maksimal Senin bisa dioperasikan, meskipun ada keterlambatan 3-4 hari, karena ada transportasi bahan bahan material yang terkendala cuaca," ujar Jokowi dikutip dari Breaking News KompasTV, Rabu (1/4/2020).

Jokowi menyebut, keberadaan rumah sakit darurat ini dalam upaya pemerintah menyiapkan fasilitas kesehatan, terutama penanganan penyebaran virus corona baru (Covid-19).

 UPDATE Virus Corona Jabodetabek: Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Tangani 411 Pasien

Meskipun demikian, Mantan Wali Kota Solo ini berharap rumah sakit ini tidak di tempati oleh pasien-pasien Covid-19.

"Semuanya ini memang kita rencanakan dan siapkan. Kita berharap tidak terjadi, paling tidak kita siap, Wisma Atlet kita siapkan 2.400 bed siap. Tetapi alhamdulillah sampai saat ini baru digunakan 400 bed."

"Di sini juga sama, 260 bed dan untuk isolasi ada 20 yang ICU dan 30 non ICU. Kita harapkan ini tidak dipakai, tapi kita siapkan" tegasnya.

Jokowi menambahkan, saat penyebaran Covid-19 telah dihentikan, rencannya rumah sakit ini akan digunakan untuk tempat penelitian.

"Kalau semua sudah selesai baru kita alihkan, untuk penyakit menular lainnya dan research," katanya.

Kapasitas 1000 pasien

Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan pemerintah merenovasi rumah sakit yang lama tak digunakan di Pulau Galang, Kepulauan Riau, menjadi rumah sakit khusus bagi pasien terduga virus corona. 

Hadi menyebut pemerintah akan merenovasi rumah sakit tersebut sehingga dapat memiliki kapasitas untuk 1.000 pasien. 

"Rencananya kita akan membangun atau merenovasi dengan kapasitas 1.000 pasien. Selain itu, kita akan siapkan ruang observasi sesuai aturan kesehatan yaitu 2 persen dari jumlah kamar itu," ujar Hadi, di Pulau Galang, Kepulauan Riau, Rabu (4/3/2020). 

Bangunan rumah sakit terbengkalai yang akan direnovasi oleh pemerintah untuk dijadikan rumah sakit khusus di Pulau Galang, Kepulauan Riau
Bangunan rumah sakit terbengkalai yang akan direnovasi oleh pemerintah untuk dijadikan rumah sakit khusus di Pulau Galang, Kepulauan Riau (Tribunnews/Vincentius Jyestha)

Hadi mengatakan akan ada sekitar 50 kamar yang nantinya akan digunakan tenaga medis mengobservasi para pasien terduga virus corona. 

"Nantinya rumah sakit ini akan ada 50 kamar yang dapat dipergunakan untuk observasi," kata dia. 

Alasan di Pulau Galang

Di sisi lain, Hadi membeberkan alasan dipilihnya Pulau Galang, Kepulauan Riau, sebagai lokasi observasi pasien terduga virus corona. 

Hadi mengatakan pulau yang menjadi bekas pengungsian Vietnam tersebut dipilih karena lokasinya dekat dari luar maupun dalam negeri.

Sehingga apabila ada warga negara Indonesia (WNI) yang terinfeksi dapat segera dilakukan observasi. 

"Apabila ada WNI dari luar negeri maupun dalam negeri yang terinfeksi atau harus melakukan observasi kapanpun saja itu bisa langsung ke sini dengan alasan bandara Batam lebih dekat," kata dia. 

 Baru 2 Hari Dinyatakan Positif Covid-19, Aktor Andrew Jack di Film Star Wars Meninggal Dunia

 Status Bencana Wabah Covid-19 Diperpanjang, Pemilihan Wagub DKI Tetap Tanggal 6 April

Dia juga menyebut Bandara Hang Nadim Batam sendiri tergolong dekat dengan Pulau Galang. Perjalanan antara kedua lokasi tersebut dapat ditempuh dalam waktu 1 jam 15 menit. 

Tak hanya itu, kata Hadi, bandara tersebut dapat digunakan untuk mendarat oleh pesawat kecil maupun pesawat yang berbadan lebar. 

Dari sisi fasilitas, Hadi menyebut sudah tercukupi dengan adanya air dan listrik.

Menurutnya itu sudah cukup untuk melengkapi renovasi rumah sakit di Pulau Galang ke depannya. 

"Jarak dari Batam airport menuju pulau Galang ini hanya satu jam 15 menit, sehingga lebih dekat. Dan bisa didarati pesawat kecil maupun pesawat berbadan lebar," jelas Hadi. 

"Fasilitas di sini juga sudah memenuhi di antaranya adalah air, listrik, dan rencana ke depan akan kami perbaiki rumah sakit yang sudah ada," tandasnya. 

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved