Rabu, 15 April 2026

TBC

Waspadai Pandemi Covid-19, Tetapi Jangan Abaikan Ancaman TBC

Setiap pagi Rina berangkat dan pulang kerja menggunakan motor dengan jarak tempuh 10 km. Suatu hari ia merasa sesak nafas dan sering batuk.

Penulis: Budi Sam Law Malau |

Setiap pagi Rina berangkat dan pulang kerja menggunakan motor dengan jarak tempuh 10 km. Suatu hari ia merasa sesak nafas dan sering batuk.

Ternyata, selama ini ia jarang menggunakan masker atau pelindung mulut dan hidung.

Kebiasaan Rina sebenarnya sering dilakukan banyak pengendara motor, pengguna jalan raya atau yang sering berada di luar ruang.

Sebagian besar dari kita tidak begitu peduli pada paparan udara kotor hingga akhirnya pernafasan mulai terasa terganggu dan akhirnya berpotensi menderita Tuberculosis (TBC)

Di tengah situasi pandemi Covid-19, Indonesia juga masih bergelut melawan penyakit Tuberculosis (TBC).

 Bojonggede Masuk Zona Merah Virus Corona, Ini Pesan Lurah Pabuaran Kepada Warganya

 Keuangan Barcelona Mulai Sulit Akibat Terdampak Covid-19, Gaji Messi Cs Terancam Dipangkas

 Catat, Mulai Hari Ini Jadwal Operasional Tiga Bank ini Dibatasi

Penyakit ini masih menjadi persoalan kesehatan karena tingginya jumlah pengidap TBC dan berpotensi menyebabkkan kematian.

TBC di Indonesia dinyatakan oleh WHO berada pada urutan ke-3 terbesar di dunia setelah India dan China.

Manager Medical Underwriter Sequis dokter Fridolin Seto Pandu dalam siaran pers yang diterima Warta Kota, Rabu (25/3/2020) mengatakan, TBC adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang masuk ke tubuh seseorang kemudian menjadi TBC laten.

Bagian tubuh yang diserang adalah paru-paru, tetapi bagian tubuh lainnya juga bisa menjadi sasaran, seperti sistem peredaran darah, sistem saraf pusat, sistem kelenjar getah bening, tulang, dan lainnya.

Bahayanya adalah penyakit ini bersifat menular karena seseorang yang terkena TBC, jarang menyadari bahwa tubuhnya telah terinfeksi dan kuman TBC telah berkembang biak.

Alih-alih melakukan pemeriksaan malahan tetap beraktivitas tanpa alat pengaman, seperti masker sehingga batuk dan bersin akan terbawa oleh butiran debu atau titik air yang berterbangan di udara dan mengenai orang lain.

 BEGINI Saran WHO Kalau Terpaksa Kerja ke Kantor di Tengah Kasus Covid-19

Kebanyakan orang juga masih belum menyadari apakah ia mengidap TBC dan kerap bingung membedakannya dengan penyakit lain.

Padahal bisa jadi gejala TBCC sudah dimulai bertahap kemudian berkembang dalam jangka waktu beberapa minggu hingga berbulan-bulan.

Sebenarnya, saat kuman TBC tersebut masuk ke paru-paru akan terjadi perlawanan dari sistem pertahanan tubuh, yaitu sel-sel darah putih akan mengepung bakteri-bakteri TBC.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved