Virus Corona

Masih Banyak yang Sepelekan COVID-19, Mardani Ali Sera Desak Jokowi Lakukan Lockdown

Mardani Ali Sera meminta Presiden Jokowi mempertimbangkan opsi lockdown ketimbang rapid test, dalam menghadapi wabah Virus Corona di Indonesia.

Warta Kota/Muhammad Azzam
Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Mardani Ali Sera disambut takbir saat datang ke lokasi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 43 RT 09 RW 08, Kelurahan Jatimakmur, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Rabu (17/4/2019). 

ANGGOTA DPR Fraksi PKS Mardani Ali Sera meminta Presiden Jokowi mempertimbangkan opsi lockdown ketimbang rapid test, dalam menghadapi wabah Virus Corona di Indonesia.

Mardani Ali Sera menilai opsi rapid test tidak efektif, melihat fenomena statistik yang terus berkembang.

"Saya mendesak pemerintah menggunakan opsi lockdown untuk mencegah korban yang semakin banyak."

Cicilan Kredit Motor Tukang Ojek Diringankan Selama Setahun, Jokowi Larang Debt Collector Menagih!

"Rapid test tidak efektif melihat statistik yang berkembang saat ini," kata Mardani Ali Sera melaui keterangan tertulis, Rabu (25/3/2020).

Selain itu, Mardani Ali Sera melihat kurangnya kesadaran physical distancing dari masyarakat, karena minimnya sosialisasi dan komunikasi yang tidak baik.

"Pemerintah seharusnya lihat ke lapangan langsung, kesadaran physical distancing yang diimbau kurang direspons oleh masyarakat."

DOKTER Handoko Gunawan: Covid-19 Terbang di Udara, Jaga Jarak 1 Meter Sudah Kuno, Stay at Home!

"Dan masih banyak yang menyepelekan virus Covid-19," ucap anggota Komisi II DPR ini.

Menurutnya, ketidaktegasan pemerintah memilih opsi lockdown berimbas masih banyak perusahaan yang tidak membuat kebijakan Work From Home (WFH) kepada pegawainya.

Hal itu menjadikan Indonesia memiliki angka kematian tertinggi daripada rata-rata negara ASEAN.

Gandeng Dua Profesor, MUI Godok Dua Fatwa yang Diminta Maruf Amin Terkait Virus Corona

“Kebijakan yang tanggung-tanggung dampaknya seperti sekarang."

"Pengusaha dan masyarakat juga harus ditegaskan untuk WFH, stay at home," ujar Mardani Ali Sera.

Apalagi, lanjut dia, sebentar lagi akan memasuki Bulan Ramadan, pemerintah akan lebih kewalahan dengan tradisi di Nusantara.

VIRUS Corona Serang 24 Provinsi di Indonesia, Jakarta Paling Banyak

"Sebentar lagi kita memasuki bulan suci Ramadan."

"Semakin tidak tegas pemerintah untuk melakukan opsi ockdown, penyebaran wabah ini akan semakin tak terkendali dan korban yang lebih besar,” ucapnya.

Mardani Ali Sera memang mengakui kebijakan lockdown tidak populer.

UN 2020 Dibatalkan, Nadiem Makarim Minta Maaf Jika Orang Tua Kecewa Anaknya Sudah Ikut Bimbel

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved