Virus Corona

INI Penjelasan BNPB Soal APD dari Cina Made in Indonesia

Agus Wibowo menjawab pertanyaan terkait alat pelindung diri (APD) dari Cina yang bertuliskan 'Made in Indonesia.'

instagram @hotmanparisofficial
Prabowo Subianto Menerima Secara Simbolis Alat Pelindung Diri (APD) dari Tiongkok di Bandara Halim Perdana Kusuma, Makasar, Jakarta Timur pada Senin (23/3/2020). 

KEPALA Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana BNPB Agus Wibowo menjawab pertanyaan terkait alat pelindung diri (APD) dari Cina yang bertuliskan 'Made in Indonesia.'

Pertanyaan itu belakangan marak ditujukan kepadanya.

Agus menjelaskan hal tersebut lewat akun Twitter pribadinya @aw3126, Selasa (24/3/2020).

UJIAN Nasional 2020 Ditiadakan Gegara Virus Corona, Kelulusan Pelajar Ditentukan Nilai Akumulatif

Terkait hal tersebut, Tribunnews mendapatkan izin Agus untuk mempublikasikan penjelasannya terkait hal tersebut.

"Silakan," kata Agus ketika dikonfirmasi Tribunnews, Selasa (24/3/2020).

Dalam cuitannya, ia mengatakan selama dua hari belakangan mendapat banyak pertanyaan dari media kenapa APD yang diimpor ada tulisan 'Made in Indonesia.'

Jokowi Jelaskan Alasan Tak Lakukan Lockdown, Singgung Warga Masih Bantu Hajatan Meski Diisolasi

Menurut Agus, pabrik APD memang banyak berada di Indonesia.

Tidak hanya APD, banyak produk terkenal seperti pakaian, sepatu, tas, dan lain-lain yang pabriknya juga berada di Indonesia.

Agus mengatakan, pabrik di Indonesia banyak membuat produk terkenal luar negeri.

Pesan Jokowi kepada Gubernur: Jangan Hanya Tutup Sekolah dan Kantor tapi Tidak Ada Bantuan Sosial

Namun, pabrik tersebut hanya berperan sebagai penjahit, sedangkan bahan baku hampir seluruhnya dari pemilik merek tersebut.

Agus mengatakan, orang Indonesia memang terkenal punya bakat rapi dan rajin untuk mengerjakan produk pakaian, sepatu, APD, dan lainnya, serta ongkos tenaga kerja yang murah.

"Demikian juga dengan APD, semua bahan bakunya dikirim dari negara asal seperti China, Korea, dll."

Video Anggota Sekuriti di Tanjung Duren Pingsan Gara-gara Virus Corona Hoaks, Ini Penjelasan Polisi

"Sedangkan Indonesia hanya diminta untuk menjahit dan merapikannya agar jadi APD yang siap pakai," papar Agus dalam cuitannya.

Agus mengatakan, setelah APD selesai, maka harus dikirim balik ke pemiliknya untuk dipakai sendiri atau dijual kembali ke mana saja, dan bisa juga dijual ke Indonesia lagi.

Agus juga mengungkapkan beberapa waktu lalu Bea Cukai mendapati APD yang akan diekspor ke Korea, padahal itu APD memang punya Korea.

Jokowi Siapkan Dasar Hukum Baru Iuran BPJS Kesehatan, Biaya COVID-19 Dibebankan ke APBN dan APBD

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved