Jumat, 24 April 2026

Virus Corona

BANTAH Kabar Hoaks, RS Premier Bintaro: Kami Tidak Lockdown!

WARGA Kota Tangerang Selatan dihebohkan dengan pesan singkat berantai yang tersebar di jejaring media sosial, terkait lockdown RS Premier Bintaro.

ramsaysimedarby.co.id
RS Premier Bintaro 

WARGA Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dihebohkan dengan pesan singkat berantai yang tersebar di jejaring media sosial, terkait lockdown Rumah Sakit Premier Bintaro.

Dalam pesan tersebut tertulis RS Premier Bintaro bakal menutup akses operasionalnya terkait pandemi COVID-19 alias Virus Corona.

"Sis and Broo. Avoid RS Premier Bintaro dlu ya. Lg kena lockdown."

Minimalkan Penyebaran Virus Corona, Wali Kota Bekasi Wacanakan Warganya Setop Bekerja ke Jakarta

"19 tenaga medis positif terkena covid19. Dengan sangat sedih...bener ini."

"Info dr dr Rahmat Sentika."

"Iya...aku baru aja tanya ke anaknya Dr Rahmat," tulis pesan berantai yang beredar di WhatsApp, Kamis (19/3/2020).

Lockdown Bisa Berimplikasi Ekonomi, Sosial, dan Keamanan, Social Distancing Dinilai Paling Efektif

Pesan tersebut berdampak kepanikan masyarakat di tengah pandemi Virus Corona.

Pesan berantai itu lantas dibantah pihak manajemen Ramsay Sime Darby Health Care Indonesia (RSDHI) selaku otoritas RS Premier Bintaro.

CEO RS Premier Bintaro dr Juniwati Gunawan mengatakan, pihaknya tak akan menghentikan operasional RS di tengah pandemi Virus Corona.

PEKAN Ini Masjid Istiqlal Tetap Gelar Salat Jumat, Suhu Tubuh Jemaah Bakal Diperiksa

Ia pun memastikan tak ada satu pun tim medis RS Premier Bintaro yang dinyatakan positif terjangkit virus corona.

"Manajemen RSDHI menyatakan bahwa dalam masa tanggap darurat COVID-19 di Indonesia, RS Premier Bintaro tetap beroperasi normal atau tidak lockdown."

"Kami fokus dalam melakukan screening COVID-19 pada pasien, pengunjung, dokter, dan staf," tulis dr Juniwati saat dikonfirmasi, Tangerang Selatan, Kamis (19/3/2020).

Surat Pengunduran Diri Sebagai Anggota DPR Dipersoalkan PKS, Ini Kata Cawagub DKI dari Gerindra

"Jika ada indikasi pasien dengan gejala mengarah kepada COVID-19, maka akan segera dirujuk ke rumah sakit rujukan yang ditentukan Kementerian Kesehatan."

"Untuk ditangani sesuai dengan prosedur yang berlaku," paparnya.

Ia pun mengimbau agar masyarakat lebih dapat memastikan kebenaran informasi yang tersebar melalui jejaring media sosial.

Penumpang KRL Pingsan di Stasiun Duren Kalibata Dikaitkan Virus Corona, Padahal karena Belum Makan

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved