Kamis, 23 April 2026

Virus Corona

BUNGKUS Virus Corona Gampang Pecah Bila Kena Deterjen dan Bakal Langsung Mati

ACHMAD Yurianto, juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona mengungkapkan, bungkus COVID-19 sangat rapuh terhadap deterjen.

AFP PHOTO/CENTERS FOR DISEASE CONTROL AND PREVENTION/ALISSA ECKERT/HANDOUT
Ilustrasi COVID-19 

ACHMAD Yurianto, juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona mengungkapkan, bungkus COVID-19 sangat rapuh terhadap deterjen.

Hal ini disampaikan Yuri ketika menjelaskan perihal apa saja yang harus dilakukan orang ketika mengisolasi diri sendiri di rumah bila merasakan gejala virus corona.

Awalnya, Yuri mengatakan orang yang mengisolasi diri sendiri harus melakukan social distancing, setidaknya satu meter, demi menjaga keluarga.

Siswa SMP Gantung Diri karena Diduga Handphone Disita Orang Tua, Sempat Ditawari Makan

"Gunakan masker yang proper, upayakan ada social distancing jarak setidak-tidaknya semeter lah."

"Kenapa semeter? Karena kita tahu kemungkinan droplet yang keluar itu sekitar semeter sehingga kita bisa menjaga keluarga," ujar Yuri di RSPI Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Senin (16/3/2020).

Dia mengatakan, mereka juga tidak boleh berbagi penggunaan alat makan secara bersamaan.

Warga Bekasi yang Meninggal di Cianjur Positif Virus Corona, Istri dan Anaknya Juga Tertular

Alat makan seperti piring hingga sendok pun tak perlu sekali pakai, yang penting harus dicuci menggunakan sabun.

"Kalau tidur sendiri dulu, yang paling penting tidak berbagi penggunaan alat makan minum."

"Pakai alat makan minum yang terpisah, bukan berarti sekali pakai buang, tidak," tuturnya.

Apkasi Ajak Pelajar Akses Fasilitas Belajar Online Gratis dari Rumah

Menurutnya, virus corona akan mati dengan sendirinya saat bertemu deterjen yang terkandung dalam sabun.

Bungkus virus corona, jelasnya, sangat rapuh terhadap kandungan deterjen.

"Tapi yakinkan selesai dipakai langsung dicuci dengan sabun."

BEGINI Status Terakhir WhatsApp Siswa SMP yang Gantung Diri karena Ponselnya Disita Ortu

"Karena kita tahu virus ini bungkusnya, envelope-nya, sangat rapuh jika terkena deterjen."

"Dia akan gampang pecah. Kalau pecah maka virusnya akan mati. Ini yang penting. Deterjen apa pun," paparnya.

134 Kasus

Jumlah pasien positif Virus Corona (COVID-19) di Indonesia tersu bertambah.

Juru bicara penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengumumkan, ada penambahan 17 pasien positif COVID-19, Senin (16/3/2020).

“Ada penambahan kasus sebanyak 17 kasus confirm positif,” ungkap Yurianto di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Senin (16/3/2020).

 Siswa SMP Gantung Diri karena Diduga Handphone Disita Orang Tua, Sempat Ditawari Makan

Adapun rincian penambahan kasus tersebut terbanyak terjadi di wilayah DKI Jakarta, dengan total 14 pasien.

“Provinsi jawa Barat satu, dari Provinsi Banten 1, dari provinsi Jawa Tengah 1, dari Provinsi DKI Jakarta 14 pasien,” ungkap Yurianto.

Dengan penambahan 17 kasus ini, maka total kasus positif COVID-19 di Indonesia menjadi 134 kasus, dari data Minggu (15/3/2020) kemarin tercatat ada 117 kasus.

 Warga Bekasi yang Meninggal di Cianjur Positif Virus Corona, Istri dan Anaknya Juga Tertular

Sementara, pasien yang telah dinyatakan sembuh ada 8 orang, dan 5 orang meninggal dunia akibat virus yang ditetapkan WHO menjadi pandemi global ini.

Tak seperti biasanya, Yuri tidak merinci jenis kelamin dan usia dari 17 orang yang positif terinfeksi virus corona tersebut.

"Rincian lain yang lebih lengkap silakan lihat di website Kemenkes," ucapnya.

 Apkasi Ajak Pelajar Akses Fasilitas Belajar Online Gratis dari Rumah

Kemarin, Achmad Yurianto kembali mengumumkan adanya tambahan pasien positif covid-19.

"Kita mendapatkan 21 kasus baru, di mana 19 di Jakarta dan 2 di Jawa Tengah," kata Yurianto di Kantor Kepresidenan, Jakarta Pusat, Minggu (15/3/2020).

Yuri menambahkan, kasus positif yang di Jakarta merupakan pengembangan dari kasus-kasus sebelumnya.

 BEGINI Status Terakhir WhatsApp Siswa SMP yang Gantung Diri karena Ponselnya Disita Ortu

Itu berarti, total kasus postif virus corona di Indonesia bertambah menjadi 117 orang.

Namun, Yuri tidak memberikan detail atau rincian soal 21 pasien tambaha itu.

Dia hanya mengatakan bahwa ke-21 kasus tersebut merupakan data pada Sabtu (14/3/2020) sore.

 Jokowi dan Istri Sudah Tes Virus Corona, Hasilnya?

"Per hari ini, dari laboratorium yang saya terima sore belum."

"Kita memaklumi karena spesimen dari luar Jakarta itu kan kira-kira kalau pesawat baru sampai di sini pagi tadi ya."

"Penerbangan pertama masuk itu kan pagi, mengalir terus sampai dengan siang."

 Larang Pemerintah Daerah Lakukan Lockdown, Jokowi: Itu Kebijakan Pemerintah Pusat!

"Nah, ini baru dibawa ke Litbangkes, untuk kemudian dilakukan pemeriksaan," tambahnya.

Yuri bakal menyampaikan ke rumah sakit terkait info terbaru ini, untuk kemudian dokter yang menangani pasien covid -19 memberikan informasi lanjutan ke pasien atau kasus positif.

"Kenapa dia diisolasi dan sebagainya, ini adalah hak pasien pertama."

 Pengamat Nilai AHY Potensial Jadi Presiden, Makanya Banyak yang Jegal

"Kemudian yang kedua, dokternya juga harus menyampaikan ke dinas kesehatan setempat."

"Ini penting dalam konteks kepentingan tracing seperti yang kita pahami bersama ini," papa Yuri.

Tambah Jadi 96 Pasien

Juru Bicara (Jubir) pemerintah untuk Penanganan Virus Corona (Covid-19) Achmad Yurianto, memperbarui kabar terbaru soal pasien virus corona (Covid-19).

Total pasien positif virus corona di Indonesia sebanyak 96 orang.

Jumlah ini bertambah dari sebelumnya 69 orang.

 Ketua KPK Bilang Keberhasilan Pemberantasan Korupsi Tak Hanya Diukur dari Banyaknya OTT

"Jumlah kasus positif total ada 96 per hari ini."

"Dari terakhir kemarin kita laporkan 69, sekarang jadi jadi 96," ujar Achmad Yurianto di Kantor BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta, Sabtu (14/3/2020).

Penambahan 27 kasus baru positif Corona yang didapat dari hasil tracing.

 KRONOLOGI Tawuran Pelajar Tewaskan Satu Orang di Bekasi, Sudah Direncanakan dan Pilih Tempat Sepi

"Ada penambahan kasus baru sebanyak 27 kasus, ini didapatkan dari tracing secara masif setelah kita petakan," ucap Yurianto.

Kemarin, Achmad Yurianto mengupadate kabar terbaru soal pasien virus corona (Covid-19).

Yurianto menyebut, sebanyak 35 pasien positif virus corona bertambah dari sebelumnya 34 pasien.

 Kongres Partai Demokrat Tetap Digelar di Tengah Pandemi Virus Corona, Dikategorikan Seperti Arisan

Sehingga, total pasien positif virus corona di Indonesia sebanyal 69 orang pasien.

"Data yang saya berikan ini data tracing dari dua hari lalu."

"Yang sebelumnya merilis 34 pasien dari berbagai daerah sehingga data tersebut (69 pasien,) hingga tadi siang," kata Yurianto di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat 13/3/2020).

 Aksi Maling Motor Tepergok Warga, Pistolnya Jatuh Setelah Dilempar Pakai Staples

Ia menambahkan, sebanyak 35 pasien baru ini merupakan hasil tracing dari pasiem positif sebelumnya.

"Ini menggambarkan kita harus melaksanakan tracing," jelasnya.

Sebelumnya, pada Rabu (9/3/2020) sebanyak 34 orang dinyatakan positif terjangkit virus corona (Covid-19) di Indonesia.

 Diduga Menyeberang Sembarangan, Bocah Meninggal Tertabrak Bus TransJakarta di Pulogadung

1 WNA yang positif virus corona dinyatakan meninggal akibat kompliksi penyakit.

Sedangkan 3 orang dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Pasien positif virus corona (Covid-19) di Indonesia bertambah sebanyak 35 orang pasien.

 Anies Baswedan Ingatkan Umat Muslim Ikuti Sabda Rasulullah untuk Hindari Virus Corona

Sehingga, total ada 69 orang pasien positif virus corona.

Achmad Yurianto merinci pasien positif virus corona mulai kasus 35 hingga kasus 69.

Menurut Yurianto, 35 pasien baru virus corona ini merupakan hasil penelusuran dari pasien positif sebelumnya.

 6 Finalis Puteri Indonesia 2020 Diangkat Jadi Duta MPR, Termasuk yang Sempat Tak Hafal Pancasila

Berikut ini data pasien kasus 35 hingga kasus 69 yang disampaikan oleh Yurianto:

- Kasus 35, Perempuan (57 tahun), masuk kedalam ke rumah sakit dalam keadaan menggunakan ventilator.

Dilakukan pemeriksaan Covid-19 dan kondisinya memburuk sehingga meninggal pada hari itu juga.

Hasil spesimen positif virus corona.

- Kasus 36, Perempuan (36 tahun), masuk ke rumah sakit dalam keadaan menggunakan ventilator.

Dilakukan pemeriksaan Covid-19 dan kondisinya memburuk sehingga meninggal pada hari itu juga. Hasil spesimen positif virus corona.

- Kasus 37, Laki-laki (43 tahun) kondisi sakit ringan sedang.

- Kasus 38, Perempuan (80 tahun) kondisi sakit sedang berat. Stabil tidak mengunakan ventilator.

- Kasus 39, Laki-laki (54 tahun) kondisi sakit ringan sedang.

- Kasus 40, Perempuan (46 tahun) kondisi sakit ringan sedang.

- Kasus 41, Laki-laki (40 tahun) kondisi sakit ringan sedang.

- Kasus 42, Laki-laki (66 tahun) kondisi sakit ringan sedang.

- Kasus 43, Laki-laki (34 tahun) kondisi sakit ringan sedang.

- Kasus 44, Laki-laki (57 tahun) kondisi sakit ringan sedang.

- Kasus 45, Perempuan (29 tahun) kondisi sakit ringan sedang.

- Kasus 46, Laki-laki (30 tahun) kondisi sakit ringan sedang.

- Kasus 47, Laki-laki (61 tahun) kondisi sakit ringan sedang.

- Kasus 48, Laki-laki (35 tahun) kondisi sakit ringan sedang.

- Kasus 49, Laki-laki (3 tahun) kondisi sakit ringan sedang.

- Kasus 50, Laki-laki (59 tahun) mengalami perubahan cepat dari kemarin dan meninggal. positif virus corona.

- Kasus 51, Laki-laki (60 tahun) napak sakit sedang.

- Kasus 52, Perempuan (59 tahun) napak sakit ringan sedang.

- Kasus 53, Perempuan (24 tahun) nampak sakit ringan sedang.

- Kasus 54, Laki-laki (2 tahun) nampak sakit sedang.

- Kasus 55, Perempuan (26 tahun) nampak sakit ringan sedang.

- Kasus 56, Laki-laki (58 tahun) sakit ringan sedang.

- Kasus 57, Perempuan (27 tahun) sakit ringan sedang.

- Kasus 58, Laki-laki (51 tahun) sakit ringan sedang.

- Kasus 59, Laki-laki (63 tahun) sakit ringan sedang.

- Kasus 60, Perempuan (25 tahun) sakit ringan sedang.

- Kasus 61, Perempuan (58 tahun) sakit ringan sedang.

- Kasus 62, Laki-laki (51 tahun) sakit ringan sedang.

- Kasus 63, Laki-laki (34 tahun) sakit ringan sedang.

- Kasus 64, Perempuan (49 tahun) sakit ringan sedang.

- Kasus 65, Laki-laki (48 tahun) sakit ringan sedang.

- Kasus 66, perempuan (73 tahun) sakit ringan sedang.

- Kasus 67, Perempuan (25 tahun) sakit ringan sedang.

- Kasus 68, Perempuan (38 tahun)sakit ringan sedang.

- Kasus 69, Perempuan (80 tahun) sakit sedang. (Vincentius Jyestha)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved