Minggu, 10 Mei 2026

Berita Nasional

OPM Klaim Eksekusi 7 Intelijen Militer di Perbatasan Pegunungan Bintang dan Yahukimo

OPM Klaim Eksekusi 7 Intelijen Militer di Perbatasan Pegunungan Bintang dan Yahukimo

Tayang:
Instagram @puspentni
BARBUK OPM - TNI menyita sejumlah barang bukti milik Kelompok separatis bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) yang mengeklaim telah mengeksekusi tujuh orang agen intelijen militer Indonesia di wilayah perbatasan Pegunungan Bintang dan Yahukimo. Kapuspen TNI Mayor Jenderal (Mayjen) Aulia Dwi Nasrullah mengatakanberdasarkan data militer, korban yang jatuh dalam kontak tembak di Kampung Kembru merupakan anggota kelompok separatis yang menyerang aparat saat patroli. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Kelompok separatis bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengeklaim telah mengeksekusi tujuh orang yang mereka tuding sebagai agen intelijen militer Indonesia di wilayah perbatasan Pegunungan Bintang dan Yahukimo.

Aksi berdarah yang disebut dilakukan oleh "Batalion Kanibal" dari Kodap XVI Yahukimo pada 20-21 April 2026 ini disebut sebagai serangan balasan atas operasi militer di Kabupaten Puncak yang terjadi sebelumnya.

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, menyatakan bahwa pihaknya bertanggung jawab penuh atas tewasnya ketujuh orang tersebut.

barbu opm tni sitakll
BARBUK OPM - TNI menyita sejumlah barang bukti milik Kelompok separatis bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) yang mengeklaim telah mengeksekusi tujuh orang agen intelijen militer Indonesia di wilayah perbatasan Pegunungan Bintang dan Yahukimo. Kapuspen TNI Mayor Jenderal (Mayjen) Aulia Dwi Nasrullah mengatakanberdasarkan data militer, korban yang jatuh dalam kontak tembak di Kampung Kembru merupakan anggota kelompok separatis yang menyerang aparat saat patroli.

Baca juga: Mayjen TNI TB Hasanuddin Soroti Kasus 2 Warga Australia yang Diduga Pasok Senjata ke OPM

Menurutnya, tindakan ini adalah sikap perlawanan terhadap seluruh operasi militer yang digelar TNI di Tanah Papua.

"Kami mengeksekusi tujuh orang agen intelijen militer pemerintah Indonesia hingga tewas sebagai bentuk pertanggungjawaban atas tewasnya 15 warga sipil dalam operasi penindakan di Kabupaten Puncak beberapa waktu lalu," ujar Sebby melalui keterangan tertulisnya, dilansir dari laman Republika, Rabu (22/4/2026).

Sebby juga mendesak pemerintah pusat dan jajaran panglima militer untuk bertanggung jawab atas jatuhnya korban penduduk lokal dalam rangkaian operasi keamanan tersebut.

Kata Kapuspen TNI

Menanggapi hal itu Kapuspen TNI Mayor Jenderal (Mayjen) Aulia Dwi Nasrullah membantah keras narasi adanya pembunuhan warga sipil di Kabupaten Puncak.

Berdasarkan data militer, korban yang jatuh dalam kontak tembak di Kampung Kembru merupakan anggota kelompok separatis yang menyerang aparat saat patroli.

"Saat tiba di lokasi, tim mendapatkan tembakan sehingga terjadi kontak tembak. Empat orang dari kelompok bersenjata OPM berhasil dilumpuhkan," jelas Mayjen Aulia.

Baca juga: TNI Amankan Sejumlah Wilayah di Intan Jaya Papua Tengah, 18 Anggota OPM Tewas di Distrik Sugapa

Dalam operasi tersebut, TNI menyita berbagai senjata rakitan, amunisi, serta identitas yang mengindikasikan keterlibatan mereka dalam jaringan separatisme.

Mengenai laporan tewasnya anak-anak di Kampung Jigiunggi, TNI mengakui adanya laporan dari kepala kampung setempat mengenai korban luka tembak.

Namun, akses menuju pedalaman yang sulit menjadi kendala utama dalam memverifikasi kebenaran laporan tersebut.

"Hingga saat ini TNI masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian. Kami terkendala akses wilayah pedalaman yang sangat jauh," tambahnya.

Konflik yang terus meningkat ini kini tengah berada di bawah pantauan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Publik menanti transparansi hasil penyelidikan guna memastikan fakta di balik klaim korban sipil dan aksi eksekusi di perbatasan yang semakin memicu kegentingan di bumi Cendrawasih.

Baca berita WartaKotalive.com lainnya di Google News dan WhatsApp

 

 

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved